Polisi Tak Temukan Jejak Penganiayaan Ratna Sarumpaet, Prabowo akan Temui Kapolri

Ketum Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) melambaikan tangan ke arah wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (9/8 - 2018). (Antara/Muhammad Adimaja)
02 Oktober 2018 23:02 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Isu penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung direspons secara serius oleh kubu Prabowo Subianto. Padahal, Polda Jawa Barat menyatakan telah menyisir rumah sakit di Jawa Barat dan daftar manifes penerbangan di bandara itu namun tak menemukan nama Ratna Sarumpaet.

Calon presiden yang diusung Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat, Prabowo Subianto, mengatakan segera menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia ingin membahas dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet itu dengan Kapolri.

"Kami berencana dalam waktu dekat minta waktu menghadap Kapolri dan pejabat-pejabat lain membicarakan masalah ini," kata Prabowo di rumahnya, Jl Kertanegara IV, Jakarta, Selasa (2/10/2018) malam, dilansir Antara.

Prabowo mengatakan bahwa setelah kejadian pada 21 September 2018 lalu, Ratna dan keluarga tidak berani melapor. Alasannya, selain dianiaya, Ratna Sarumpaet juga mengaku mendapat ancaman dari pelaku yang tidak dikenal tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa apa yang menimpa Ratna sangat tidak bisa ditoleransi karena kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan di negara demokrasi. "Bagi saya ini adalah suatu tindakan di luar batas. Walaupun Ibu Ratna pasrah, kami yang akan mempermasalahkan," ujarnya.

Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Amien Rais, mengatakan bahwa rencana pertemuan itu karena Kapolri merupakan penanggung jawab keamanan di tengah masyarakat. Dia berharap ada masukan kepada Kapolri untuk menegakkan hukum dan keadilan sehingga pelakunya harus segera ditangkap.

"Kami akan bicara dengan Kapolri dari hati ke hati. Ini zaman transparansi, kita tidak bodoh-bodoh amatlah, kita akan pecahkan masalah ini dengan sebaik-baiknya, apalagi saat ini hingga April 2019 sangat sensitif," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Marwoto mengatakan polisi belum menerima laporan kasus penganiayaan atas nama korban Ratna Sarumpaet. "Yang tahu kronologisnya, ya yang bersangkutan. Jadi silakan saja tanyakan langsung ke yang bersangkutan," kata Agung, Selasa (2/10/2018), dilansir Suara.com.

Setelah kabar Ratna Sarumpaet disebut-sebut dipukuli orang tak dikenal, Agung mengaku telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengecek seluruh laporan yang masuk di kantor polisi.

Setidaknya, sudah 13 hari terhitung sejak tanggal 21 September hingga 2 Oktober, Polrestabes Bandung dan 28 Polsek di wilayah hukum Polda Jabar tak pernah menerima laporan kasus penganiayaan atas nama Ratna. "Sudah kami cek tidak ada laporan polisi (kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet)," kata dia.

Selain mendata laporan polisi dan pasien rumah sakit, polisi juga telah menyisir manifes penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, setelah foto Ratna dalam kondisi babak belur beredar di dunia maya. Agung menyebutkan, tak ada nama Ratna Sarumpaet sebagai penumpang di bandara tersebut.

Sumber : Antara, Suara.com