Ratna Sarumpaet Dipukul di Bandara Bandung? Ini Hasil Pengecekan Polda Jabar

Foto Ratna Sarumpaet yang diunggah Fadli Zon. (fadlizon)
02 Oktober 2018 21:32 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG -- Polisi telah mengecek 23 rumah sakit untuk mencari kebenaran terkait informasi tentang Ratna Sarumpaet menjadi korban penganiayaan di daerah Bandung, Jawa Barat, yang viral di media sosial. Selain itu, polisi telah mengecek daftar manifes dalam kedatangan dan keberangkatan di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, menceritakan bahwa Ratna dihajar tiga orang pada 21 September di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat. Setelah itu dia mengaku dibuang di Cimahi sebelum dibawa ke rumah sakit.

Setelah dilakukan pengecekan oleh polisi, tak ada nama Ratna Sarumpaet pernah terdaftar sebagai pasien di 23 rumah sakit seantero Jabar. Terkait menyeruaknya kabar lokasi insiden Ratna dipukuli di sekitar wilayah Bandung, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Marwoto enggan menjawab.

Alasan Agung enggan menjawab kabar tersebut, karena hingga kekinian polisi belum menerima laporan kasus penganiayaan atas nama korban Ratna Sarumpaet. "Yang tahu kronologisnya, ya yang bersangkutan. Jadi silakan saja tanyakan langsung ke yang bersangkutan," kata Agung, Selasa (2/10/2018).

Setelah kabar Ratna Sarumpaet disebut-sebut dipukuli orang tak dikenal, Agung mengaku telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengecek seluruh laporan yang masuk di kantor polisi.

Setidaknya, sudah 13 hari terhitung sejak tanggal 21 September hingga 2 Oktober, Polrestabes Bandung dan 28 Polsek di wilayah hukum Polda Jabar tak pernah menerima laporan kasus penganiayaan atas nama Ratna. "Sudah kami cek tidak ada laporan polisi (kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet)," kata dia.

Selain mendata laporan polisi dan pasien rumah sakit, polisi juga telah menyisir manifes penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, setelah foto Ratna dalam kondisi babak belur beredar di dunia maya. Agung menyebutkan, tak ada nama Ratna Sarumpaet sebagai penumpang di bandara tersebut.

"Semua manifes kedatangan pada penerbangan sudah diperiksa, nama Ratna Sarumpaet tidak ada dalam manifes keberangkatan maupun kedatangan ke Jabar," kata dia.

Sebelumnya, menurut Nanik, malam itu seusai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Ratna mengaku naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah, saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” kata Nanik, Selasa (2/10/2018).

Setelah dipukuli, katanya, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi, Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” tambah Nanik. Dengan sisa-sisa tenaga, Ratna Sarumpaet mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi serta menelepon temannya seorang dokter bedah dan langsung ditangani.

Sumber : Suara.com, Bisnis/JIBI