Fadli Zon: Ratna Sarumpaet Dianiaya 21 September, Tapi Tidak Lapor

Foto Ratna Sarumpaet yang diunggah Fadli Zon. (fadlizon)
02 Oktober 2018 17:20 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Ratna Sarumpaet dianiaya pada 21 September 2018 lalu. Namun karena kondisinya yang masih trauma, kata Fadli, maka Ratna tidak segera melaporkan kejadian tersebut.

Fadli mengaku telah menjenguk Ratna Sarumpaet pada Minggu (30/9/2018) di rumah Ratna Sarumpaet. Menurutnya, Ratna mengalami penganiayaaan di area parkir mobil di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung.

“Peristiwa tersebut terjadi pada 21 September 2018. Beliau juga sedang recovery karena ada luka jahitan di bagian kepala, oleh oknum-oknum yang saya kira melakukan satu tindakan keji pada Mbak Ratna," ujar Wakil Ketua DPR tersebut di Kompleks Parlemen, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, selain mengalami luka di kepala Ratna juga mengalami trauma. Karena itulah setelah kejadian pemukulan, Ratna Sarumpaet tidak segera menceritakan kejadian tersebut kepada koleganya.

Dalam pertemuan itu, Ratna juga tidak menceritakan kepada Fadli mengenai ciri-ciri pelaku pemukulan. Fadli menceritakan bahwa penganiayaan tersebut dilakukan oleh 2-3 orang.

"Mbak Ratna saya yakin beliau juga mengalami trauma, tidak pernah menyangka dalam hidup beliau ada satu perlakuan seperti itu," kata Fadli. Dia menambahkan bahwa penganiayaan itu dilakukan oleh mungkin 2-3 orang laki-laki.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa Prabowo dan Sandiaga menerima foto Ratna dengan muka lebam dan langsung dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Menurut Dahnil, berdasarkan pengakuan, Ratna Sarumpaet dikeroyok orang tidak dikenal di bandara di Bandung lalu dimasukkan ke dalam sebuah mobil.