Uni Eropa Menyumbang Rp26 Miliar untuk Korban Gempa Palu & Donggala

Kerusakan akibat gempa dan tsunami di sekitar pesisir pantai jalan Raja Moili Palu Timur, Palu, Sabtu (29/9 - 2018). (Antara/Zainuddin Min)
01 Oktober 2018 23:05 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, PALU  Gempa dan tsunami yang menghancurkan Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian pemimpin negara anggota Uni Eropa. Banyaknya korban bencana tersebut membuat mereka sangat prihatin.

Dikutip dari Irish Time, Senin (1/10/2018), Uni Eropa berencana memberikan bantuan dana sebesar 1,5 juta euro atau sekitar Rp26 miliar untuk korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Uni Eropa juga mengirimkan sukarelawan untuk membantu proses evakuasi korban gempa di Sulawesi Tengah.

Sama seperti Uni Eropa, pemerintah Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa terkait bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauret, mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan kepada korban gempa Palu.

"Amerika Serikat ikut berduka atas gempa dan tsunami yang terjadi di Indonesia 28 September 2018," tulis Heather Nauret melalui akun Twitter-nya, @statedeptspox, Minggu (30/9/2018).

Heathet Nauret menambahkan Amerika Serikat dan Indonesia adalah teman. Sebagai teman, Amerika Serikat siap membantu apa pun yang dibutuhkan korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. "Kami siap membantu dengan segala upaya," sambung dia.

Selain itu, pemerintah Australia juga siap memberikan bantuan kepada korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morisson, lewat cuitan di akun Twitter-nya, @ScottMorissonMP.

"Saya sangat sedih mendengar kabar persitiwa tragis di Sulawesi. Saya dan masyarakat Australia turut mendoakan yang terbaik untuk presiden @jokowi dan teman-teman kami di Indonesia. Australia siap membantu," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berlanjut dengan tsunami yang masuk hingga ke permukiman di Palu dan Donggala. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, memperkirakan jumlah korban jiwa bakal terus bertambah.