Tunda ke Palu, Prabowo: Biar Tidak Merepotkan Pemerintah

Calon Presiden Prabowo Subianto menunjukan dua jari seusai mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut di gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
01 Oktober 2018 22:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sengaja menunda kampanye di Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya agar tidak merepotkan pemerintah. Prabowo mengatakan bahwa dirinya dan Sandi juga tidak ingin datang ke lokasi yang terdampak gempa disertai tsunami itu untuk menghindari politisasi.

“Bukan berarti kita tidak setia kawan. Aparat butuh ketenangan dan tidak ingin direcoki. Lebih baik kita bantu melalui satu pintu dari pemerintah,” katanya di kediamannya Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Menurut Prabowo, yang utama saat ini adalah pemerintah bisa leluasa membantu korban pengungsian. Dia menjelaskan bahwa lebih baik memberikan yang bermanfaat seperti obat-obatan, makanan, dan selimut dari Jakarta.

Dari Jakarta, Prabowo-Sandi akan mengumpulkan dana bantuan untuk korban bencana serta meminta masyarakat gotong royong bersatu membantu proses tanggap darurat.

“Kami akan mengumpulkan relawan dan sayap partai dan siap membantu pemerintah dalam kapasitas kami. Kami siap dipanggil pemerintah untuk memberikan resources kami,” ungkapnya.