6 Turis Prancis Hilang, 1 Warga Korsel di Reruntuhan Hotel Roa-Roa Palu

Kerusakan akibat gempa dan tsunami di sekitar pesisir pantai jalan Raja Moili Palu Timur, Palu, Sabtu (29/9 - 2018). (Antara/Zainuddin Min)
01 Oktober 2018 19:30 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah akan mengevakuasi warga negara asing (WNA) yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan sekitarnya. Enam turis asal Prancis masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sebanyak 114 WNA berada di Palu dan Donggala ketika bencana alam terjadi pada Jumat (28/9/2018). Mayoritas WNA berasal dari Thailand yakni sebanyak 32 orang.

“Lima belas warga negara Thailand sudah di bandara, sebanyak 17 orang lagi menunggu evakuasi di IAIN Palu,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Setelah Thailand, warga asing terbanyak berikutnya berasal dari China (21 orang), Jerman (20 orang), Vietnam (10 orang), Belanda (sembilan orang), Sri Lanka (tujuh orang), dan Malaysia (tiga orang). Warga asal negara-negara tersebut berada dalam keadaan aman di beberapa lokasi.

Situasi sebaliknya dialami oleh enam turis Prancis yang saat ini belum diketahui kondisinya. Selain mereka, WNA yang belum terkonfirmasi keadaannya adalah seorang asal Belgia dan seorang warga asal Korea Selatan. “Satu WNA asal Korsel itu diduga posisinya di Hotel Roa-Roa Palu yang runtuh karena gempa,” ujar Sutopo.

Selebihnya, masing-masing satu orang WNA asal Singapura, Belgia, Spanyol, dan Swiss berada dalam keadaan aman. Proses evakuasi WNA tersebut akan dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri.