Perumnas Balaroa Palu Ambles 5 Meter, Ratusan Orang Diduga Tertimbun

Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 skala richter (SR) di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10 - 2018). (Antara / Hafidz Mubarak A)
01 Oktober 2018 18:43 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PALU -- Ribuan korban gempa bumi di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, diperkirakan masih tertimbun tanah bersama bangunan di dua lokasi. Salah satu lokasi dengan kerusakan paling parah dan banyak korban adalah Balaroa yang diwarnai amblesnya kawasan perumahan nasional (perumnas) sedalam 5 meter.

"Kami belum identifikasi di Perumnas Balaroa dan Kelurahan Petobo karena lokasinya sangat parah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu Fresly Tampubolon di Palu, Senin (10/1/2018), dilansir Antara.

Dua daerah tersebut, yakni Balaroa dan Petobo, merupakan pusat kerusakan paling dahsyat karena rumah dan fasilitas publik di titik itu tertimbun tanah bak ditelan bumi.

Menurut sejumlah saksi, beberapa detik setelah gempa 7,4 SR mengguncang Palu, di kelurahan itu terlihat semburan air yang cukup tinggi. Lalu tiba-tiba permukaan tanah menurun sehingga ikut menarik seluruh benda di atasnya.

Bahkan, beberapa bangunan seperti masjid bergeser jauh sekitar 50 meter dari posisi semula. "Istri dan anak-anak saya tidak bisa diselamatkan. Saya perkirakan mereka terperangkap dalam rumah lalu digulung tanah," kata Husnan, salah seorang keluarga korban.

Saat kejadian, Husnan sedang berada di kantor, sedangkan istri dan anak-anaknya ada di rumah. Kondisi yang sama juga terjadi di Kelurahan Kawatuna. Namun di lokasi itu disertai air sehingga belum memungkinkan disentuh oleh tim penanggulangan bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan Perumnas Balaroa, Palu Barat,  ambles sedalam 5 meter. Bahkan, muka tanah jalan yang berada di lokasi itu mengalami kenaikan hingga setinggi rumah.

Sutopo menjelaskan, kenaikan dan penurunan tanah itu diakibatkan lokasi permukiman warga berada tidak jauh dari jalur sesar Palu-Koro. "Total di Perumnas Balaroa ada 1.747 rumah. Lokasi perumahan ini hanya berjarak 2,6 kilometer dari jalur pergeseran sesar Palu-koro yang menyebabkan gempa bumi," kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (1/10/2018), dilansir Suara.com.

"Sehingga, pada saat gesekan terjadi, ada tanah yang mengalami penurunan hingga 5 meter lalu ada bagian tanah lain yang mengalami kenaikan hingga setinggi rumah," imbuh Sutopo.

Sutopo menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa korban jiwa yang ada di Perumnas Balaroa. "Kami belum tahu korban jiwa yang tertimbun berapa, tapi perkiraan ratusan. Sampai kemarin evakuasi dilakukan manual sambil menunggu alat berat tiba," ungkap Sutopo.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said mengatakan belum tersentuhnya dua titik bencana terparah itu karena akses yang terputus. Sigit mengatakan tim penanggulangan bencana memprioritaskan lokasi bencana yang dapat dijangkau cepat.

Hingga hari ketiga pascagempa, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.203 orang, sedangkan titik pengungsian mencapai 324 lokasi yang diperkirakan mencapai 18.000 orang.

Sumber : Antara, Suara.com