Soloraya Hari Ini: Deteksi Tsunami Tidak Aktif

Solopos 1 Oktober 2018
01 Oktober 2018 10:00 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Seluruh alat deteksi tsunami atau buoy tsunami di Indonesia sudah tidak berfungsi sejak 2012. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi tersebut mengkhawatirkan karena sebagian wilayah Indonesia rawan gempa yang berpotensi tsunami.

Berita gempa dan tsunami di Palu dan Donggala menjadi headline Harian Umum Solopos, Senin (1/10/2018). Selain kabar tersebut, berikut ulasan singkat berita lainnya yang menjadi berita utama:

GEMPA DAN TSUNAMI: Bantuan Minim, Air Minum Dijual Rp15.000
Korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan daerah lain di Sulawesi Tengah (Sulteng) bertahan hidup dengan minimnya bantuan.

Api unggun menyala di depan Kantor Wali Kota Palu, Sulteng, Minggu (30/9) malam. Di sekelilingnya deretan tenda-tenda darurat dipadati para pengungsi. Sebagian dari mereka rebahan, sebagian lainnya memilih mengobrol dengan warga lainnya. ”Belum ada listrik. Genset juga tidak ada,” ucap seorang warga, Wahyudin.

PIALA AFC U-16: Saatnya Wujudkan Mimpi
Timnas Indonesia U-16 selangkah lagi akan mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia U-17. Syaratnya, Garuda Asia, julukan Timnas Indonesia U-16, harus memenangi duel kontra Australia U-16 di babak delapan besar Piala AFC U-16 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/10/2018) sore ini.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

Di halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Senin (1/10/2018), memberitakan warga Nguter yang masih mengungsi. Puluhan warga dua desa di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, bertahan mengungsi di balai desa di wilayah masing-masing lantaran tak kuat menghirup bau tak sedap yang berasal dari PT Rayon Utama Makmur (RUM).

Selain kabar warga yang mengungsi akibat dampak limbah dari PT RUM, beberapa kabar lainnya juga menjadi sorotan utama di halaman Soloraya. Berikut ulasan singkatnya:

PELESTARIAN TRADISI: Tertantang Membatik Gara-Gara Ibu-Ibu
Batik yang sudah diakui sebagai salah satu warisan dunia bakal kehilangan makna jika masyarakat yang memilikinya justru tak mengakrabinya. Salah satu cara membuat masyarakat akrab dan mengenalnya adalah dengan mengajak mencoba terlibat dalam bagian proses produksinya yaitu membatik. Cara itulah yang dilakukan warga Kauman, Solo, yang pada Minggu (30/9) membeber kain sepanjang 100 meter di CFD Solo.

DALANG BOCAH WONOGIRI: Tabung Uang Saku untuk Beli VCD Wayang
Nasi tumpeng dan lauk pauk kelengkapannya tersaji di lobi kantor SMPN 5 Wonogiri, Jumat (28/9) pagi. Jumat itu menjadi hari spesial bagi warga sekolah setempat.

Mereka menggelar syukuran atas prestasi yang disabet siswa sekolah itu yaitu Henokh Mbabar Wangsit, siswa kelas IX bersama kelompok siswa kelas seni yang menjadi penyaji terbaik tingkat nasional Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 21 September lalu.

Baca selengkapnya:epaper.solopos.com