Setelah Tsunami Palu, Balita Ditemukan Luka-Luka dalam Parit

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita menggendong anak balita yang ditemukan terluka dalam parit di Palu. (Twitter)
30 September 2018 17:43 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memantau langsung penanganan tanggap darurat bencana pascagempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Di sana, Mensos menemukan seorang anak balita laki-laki yang luka-luka dan terpisah dari orang tuanya.

Saat berada di Tenda Mapolda Sulteng, Minggu (30/9/2018), Mensos sempat menggendong seorang anak balita laki-laki malang yang ditemukan di dalam parit dalam keadaan luka-luka setelah gempa dan tsunami menerjang. Selain dalam kondisi luka-luka, bocah balita malang itu juga terpisah dari kedua orang tuanya.

Anak balita itu pun tertidur saat digendong oleh Mensos. Setelah mendapatkan pengobatan, anak balita tersebut diserahkan kepada Polda Sulawesi Tengah.

Berdasarkan keterangan pers dari Kementerian Sosial yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (30/9/2018), Mensos Agus berangkat menumpang Pesawat TNI AU A-7308 ke Palu pada Sabtu (29/9/2018) dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Selain Agus, rombongan itu terdiri atas Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto.

Dari Kemensos, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat turut mendampingi Mensos Agus. Tiba di Palu pada hari yang sama, rombongan menuju ke Mapolda Sulawesi Tengah dan menggelar rapat koordinasi awal dengan Kapolda Sulawesi Tengah. Koordinasi berlanjut bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan BNPBD Sulawesi Tengah yang digelar di tenda.

Mensos kemudian kembali ke bandara dan melakukan observasi lokasi bencana via helikopter bersama rombongan. Hari Minggu (30/9/2018), Mensos kembali ke Palu untuk terus memantau perkembangan penanganan bencana.

Menurut Agus, anak-anak adalah satu dari empat kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan sesaat setelah terjadinya bencana. Tiga lainnya adalah perempuan hamil, penyandang disabilitas dan lansia.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Harry Hikmat merinci saat ini Kementerian Sosial telah mengerahkan personel Tagana dari Sulawesi Tengah sebanyak 779 orang. Dibantu mobilisasi Tagana dari luar Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Jumlah sementara Tagana dari luar Sulteng sebanyak 139 orang dan akan terus bertambah, di antaranya dari Jawa Timur dan DKI Jakarta.

"Rekan-rekan Tagana dan Pendamping di daerah sekitar yg tidak terkena bencana sudah digerakkan untuk bantu evakuasi termasuk tenaga Pendamping PKH," kata Harry.

Sumber : Antara