Mendesak, Pemerintah Langsung Salurkan Air Bersih dan Sanitasi ke Palu

Suasana jembatan kuning yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). Dampak dari gempa 7,7SR tersebut menyebabkan sejumlah bangunan hancur dan sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. - Antara
30 September 2018 15:41 WIB Irene Agustine Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) fokus mengatasi persoalan air bersih dan sanitasi bagi para warga Palu dan sekitarnya yang menjadi korban gempa dan tsunami pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan bahwa dalam langkah tanggap darurat pascabencana, pihaknya mengerahkan alat bantu untuk ketersediaan air bersih dan sanitasi dari sejumlah daerah. Bantuan yang sudah tiba berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Alat yang sudah tiba pada hari ini dari Makassar antara lain mobil tangki air 2 unit, dam truk 3 unit, hidran umum 15 unit, WC portable 15 unit, dan tenda 10 unit.

"Totalnya ada sekitar 35 unit untuk tangki air dan instalasi pengolahan air yang akan kami kerahkan, tetapi alat ini didatangkan dari Surabaya dan Bekasi. Mungkin 3—4 hari baru sampai," kata Danis lewat melalui sambungan telepon kepada Bisnis/JIBI saat peninjauan korban gempa Palu Minggu (30/9/2018).

Selain itu, dia menjelaskan bahwa tim dari Direktorat Sumber Daya Air juga tengah mengecek sumber daya air untuk menunjang ketersediaan air pascagempa dan tsunami, mulai dari waduk, bendungan, dan sungai. Pasalnya, di beberapa tempat dekat lokasi gempa, pasokan air bersih terhenti karena mati listrik dalam 2 hari terakhir sehingga sumber air tengah ditinjau.

Selain itu, dalam aksi tanggap darurat, Kementerian PUPR juga sudah menurunkan tim untuk mendata fasilitas umum dan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Danis mengatakan bahwa kementerian juga mengerahkan alat-alat di kantor Dinas Kementerian PUPR di Palu untuk membantu evakuasi korban gempa, seperti eskavator untuk membantu evakuasi Hotel Roa Roa yang runtuh.

"Sebagian alat Kementerian PUPR dipakai untuk pembersihan karena di lapangan saat ini kondisinya masih kotor, jalanannya [juga]," ujar Danis.