Doa Jokowi dan Ribuan Simpatisan Solo untuk Donggala-Palu

Calon Presiden Jokowi bersama ribuan simpatisan berdoa bersama untuk korban gempa Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (30/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
30 September 2018 10:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) bersama ribuan simpatisan dan pendukungnya menggelar doa bersama di Stadion Sriwedari, Minggu (30/9/2018).

Mereka menggelar doa bersama untuk korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Berdasarkan pantauan Solopos.com, ribuan simpatisan dan pendukung capres nomor urut satu itu berdatangan dan memenuhi Stadion Sriwedari pukul 08.00 WIB.

Massa datang mengenakan kaus berwarna putih dengan simbol nomor urut 1. Sementara Jokowi tiba di Stadion Sriwedari pukul 09.00 WIB. Tiba di stadion, Jokowi yang mengenakan kemeja putih menyalami simpatisan dan pendukungnya.

Jokowi kemudian menyampaikan pesan dengan mengajak massa untuk berdoa bersama bagi masyarakat Donggala, Palu, yang kena musibah tsunami.

"Saya hormati seluruh pendukung. Saya tahu pagi ini mestinya acaranya akan dilaksanakan jalan sehat. Namun saya minta batalkan saja," kata Jokowi kepada ribuan simpatisan.

Jokowi mengatakan agenda jalan sehat dibatalkan untuk memberikan aksi solidaritas bagi saudara-saudara di Palu dan Donggala yang tengah berduka karena gempa bumi dan tsunami.

"Karena itu saya mengajak berdoa agar saudara kita yang terkena musibah diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani cobaan," kata Jokowi seraya mengatakan akan langsung ke Palu.

Seusai Jokowi menyampaikan pesan dilanjutkan doa bersama dipimpin K.H. Al Munawar. Dengan khusyuk berdoa bagi korban gempa bumi dan tsunami di Donggala, Palu.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan doa agar Jokowi diberikan kesehatan dan keselamatan serta yang diinginkan capres tersebut tercapai. Direktur Program Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima, menjelaskan doa bersama ini sebagai ungkapan rasa berkabung atas bencana gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu.

Kegiatan ini diikuti ribuan orang. Mereka adalah para pendukung, kader, anggota, simpatisan partai pengusung, dan relawan yang diorganisasi tim kampanye daerah (TKD). "Doa bersama diikuti dari lima agama," katanya.