Tsunami di Palu Surut, BMKG Ungkap Terjadi 22 Gempa Susulan

Kondisi Kota Palu setelah terjadi tsunami (Istimewa - Twitter)
28 September 2018 21:35 WIB Rohmah Ermawati Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Tsunami yang menerjang kawasan pesisir pantai di Palu, Donggala, dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), telah surut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap peringatan tsunami diakhiri pukul 17.36 WIB atau 18.36 Wita.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers yang disiarkan live di Kompas TV, Jumat malam, menyatakan peringatan dini tsunami telah disampaikan BMKG sekitar 5 menit setelah gempa bermagnitudo 7,7 pada Skala Richter yang dimutakhirkan menjadi 7,4 SR yang berpusat di Donggala terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.02 WIB atau 18 Wita.

"Gempa bumi diperkirakan menimbulkan tsunami dengan level siaga ketinggian muka air laut lebih dari setengah meter dengan maksimum 3 meter. Waktu tiba diperkirakan pukul 17.22 WIB. Sehingga saat mengumumkan informasi gempa BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami sekitar 5 menit setelah kejadian gempa," ungkap dia.

Dia menambahkan selain mengeluarkan peringatan dini tsunami, BMKG juga melakukan pemantauan naiknya muka air laut melalu peralatan yang ada di pantai serta mengumpulkan informasi dari saksi mata.

"Hasil pengamatan terlihat kenaikan muka air laut setinggi 6 cm dari pukul 17.23 WIB. Terpantau saksi mata, ketinggian air laut mencapai 1,5 meter di
pantai Palu. Namun kemudian terlihat setelah tsunami datang air naik semakin surut dan akhirnya dengan surutnya kenaikan air laut yang teramati maka
peringatan dini tsunami diakhiri pukul 17.36 WIB atau 18.36 Wita. Artinya memang benar tsunami terjadi dengan ketinggian 1,5 meter namun kejadian tsunami telah berakhir," ungkap dia.

Lebih lanjut Dwikorita menerangkan hasil monitoring hingga pukul 20.00 WIB, telah terjadi 22 kali gempa bumi susulan dengan magnitudo 6,3 SR dan terkecil 2,9 SR. Dia menerangkan gempa 7,7 SR yang dimutakhirkan menjadi 7,4 SR yang berpusat di Donggala diawali dengan gempa bumi di lokasi yang sama dengan kekuatan magnitudo 6 mulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Dia menerangkan getaran gempa bumi terasa di Toli-Toli, Donggala, Gorontalo, Poso, dan Palu. Data sementara, korban jiwa akibat bencana alam tersebut satu orang meninggal, 10 orang teluka dan puluhan rumah rusak.

Pada bagian lain, salah seorang warga Palu, Made Suwana, menuturkan saat tsunami terjadi dirinya berada agak jauh dari pantai yakni sekitar 10 km. Namun dirinya merasakan getaran gempa cukup kuat sehingga warga berhamburan keluar rumah.

"Tidka ada korban jiwa di permukiman kami, namun bangunan ada beberapa yang roboh, Getaran-getaran kita rasakan. Kami mengungsi di jalan semua, tidak ada yang di dalam rumah," kata dia dalam wawancara telepon dengan TV One.