Video Detik-Detik Tsunami Terjang Palu

Kondisi Kota Palu setelah terjadi tsunami (Istimewa/Twitter)
28 September 2018 20:41 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, PALU – Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richrter yang berpusat di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), terasa sampai ke Palu. Gempa tersebut membuat air laut di pesisir Palu, Sulawesi Tengah naik cukup tinggi. Saking tingginya, air laut tersebut menyapu daratan hingga membuat warga sekitar panik.

Bencana alam yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah itu menjadi topik perbincangan hangat di dunia maya. Warganet yang tidak berada di Palu ikut bersimpati dengan musibah tsunami yang terjadi. Netizen beramai-ramai mengunggah cuitan di Twitter dengan tagar #prayforpalu yang disertai dengan video detik-detik tsunami tersebut.

Kerusakan masjid di Kota Palu akibat gempa (Istimewa-Twitter)

Video berdurasi sekitar dua menit itu memperlihatkan air laut yang menyapu rumah warga di pesisir pantai wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Bahkan, air laut menerjang Masjid Alhairat di Jalan Sis Al Jum, Palu. Rekaman video amatir yang viral di media sosial itu pun membuat warganet berduka.

Netizen beramai-ramai mengirimkan doa untuk masyarakat Palu yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang terasa sampai ke Sulawesi Barat hingga Kalimantan tersebut. "Innalillahi, terjadi tsunami tadi sore di Palu, Sulawesi Tengah. Ya Allah, semoga semua selalu dalam lindungan-Mu, amin," cuit @ZhafaLudwika.

"Belum kering luka saudaraku sebangsa se-Tanah Air di Lombok karena gempa. Dan pada hari ini, Jumat menjelang maghrib gempa dan potensi tsunami terjadi di Palu. Mohon doa dan bantuan dari saudaraku semuanya," sambung @m_mirah.

"Ya Allah, berikan kesabaran bagi mereka yang terkena bencana. Lindungilah saudara kita di sana, amin," lanjut @pngeran.

Kerusakan bangunan di Kota Palu, Sulteng, akibat gempa dan tsunami (Istimewa-Twitter)

Diberitakan sebelumnya, jaringan telekomunikasi di Palu terputus. Kepala Basarnas, Marsekal MAdya M Syaugi, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim SAR dari Palu sudah menuju ke Donggala. "Butuh waktu tiga jam karena jalan berkelok-kelok."

Dari laporan BMKG, potensi tsunami tersebut membuat Donggala bagian Barat dalam status Tsunami dan Donggala bagian utara masuk status waspada Tsunami. Akibat bencana alam tersebut, bandara di Palu ditutup sampai besok malam, Sabtu (29/9/2018).