Survei Indikator: Jokowi Lebih Relijius, Prabowo Lebih Tegas

Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Ma'ruf Amin dalam pengambilan nomor urut capres/cawapres di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
26 September 2018 21:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kesan relijiusitas seorang calon presiden (capres) rupanya masih diperhatikan oleh para calon pemilih. Menjelang Pilpres 2019, survei Indikator Politik Indonesia menangkap kesan responden tentang Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Berdasarkan survei itu, citra personal capres Joko Widodo (Jokowi) dinilai responden lebih relijius dibandingkan dengan Prabowo Subianto. Sedangkan Prabowo lebih unggul dalam hal kewibawaan berdasarkan hasil survei Indonesia Indikator yang dirilis hari ini, Rabu (26/9/2018).

Menariknya, salah satu indikator yang diteliti dari survei itu adalah aspek religius atau taat beragama di antara kedua capres yang maju pada Pilpres 2019 tersebut. Temuan itu diperoleh dalam rangkaian survei politik yang digelar terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Adapun survei itu dilakukan pada tanggal 1-6 September 2018.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, yang memaparkan hasil survei, sebanyak 76% responden mengatakan Jokowi religius atau taat beragama. Sedangkan Prabowo mendapat nilai 58% pada aspek yang sama.

“Jadi Jokowi dianggap lebih religius,” kata Burhanuddin.

Selain aspek religius, ada empat parameter lainnya yang ditanyakan kepada 1.220 responden, yaitu perhatian pada rakyat, jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi, tegas, dan berwibawa. Selain itu, juga ada kemampuan mengatasi permasalahan bangsa dan mampu memimpin Indonesia.

Dari kelima parameter itu, Jokowi unggul dalam empat parameter. Namun untuk urusan ketegasan, Jokowi dinilai responden tegas dan berwibawa olejh 76% responden. Sedangkan Prabowo dinilai tegas dan berwibawa oleh 81% responden.

“Citra personal capres Jokowi unggul jauh,” ujarnya.

Dalam survei tersebut, responden dipilih secara random atau multistage random sampling. Margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara terlatih.