Dikawal 37 Aparat, Sandiaga Uno Sebut Berlebihan & Boros Anggaran

Bakal calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
21 September 2018 19:33 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno telah ditetapkan sebagai pasangan calon presiden-calon wakil presiden di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Karena itu sesuai aturan, fasilitas pengamanan telah diberikan kepada mereka sebagai peserta Pilpres.

Namun Sandiaga meminta agar jumlah pengawal terhadap dirinya dan Prabowo tidak terlalu banyak. Sandi beralasan hal itu agar menghemat anggaran negara.

"Saya sedang berkoordinasi dengan Prabowo agar pengawalan jauh dikurangi karena beban anggarannya besar," kata Sandiaga di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegata 4, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Menurut dia, selama ini dirinya dan Prabowo aman saat berkeliling Indonesia untuk bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat. Karena itu, dia menganggap jumlah pengawalan sebanyak 37 orang termasuk berlebihan sehingga pihaknya akan bernegosiasi agar bisa dikurangi meskipun sudah ada aturannya.

"Kita tahu bahwa kondisi ekonomi sedang berat dan alami turbulensi sehingga harapan rakyat ingin kita jangan boros anggaran. Lebih baik ada penghematan dan mengurangi pemborosan dan membantu negara dengan mengurangi biaya pengawalan capres-cawapres," ujarnya.

Sebelumnya, Polri mengerahkan pengamanan melekat terhadap pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno setelah ditetapkan sebagai peserta Pilpres 2019 oleh KPU. Wakil Kepala Polri Komjen Ari Dono mengatakan, setelah penetapan tersebut, pihaknya mengerahkan 37 polisi untuk masing-masing calon.

Ari Dono menambahkan, khusus pengamanan Jokowi sebagai Presiden tetap menjadi kewenangan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Namun apabila Jokowi cuti sebagai presiden, maka pengamanan akan diambil alih Polri.

Sumber : Antara