Di Markas Tim Jokowi, Kwik Kian Gie Bantah Masuk Timses Prabowo

Kwik Kian Gie (tengah) saat menjadi pembicara pada Forum Group Discussion di Rumah Cemara 19, Jakarta. (Bisnis / Muhammad Ridwan)
21 September 2018 19:00 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Keuangan Kwik Kian Gie membantah pernyataan yang menyebutkan dirinya menjadi Dewan Pakar Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal tersebut disampaikan Kwik dalam Forum Group Discussion di markas tim kampanye Jokowi-Ma’ruf.

“Itu bisa saya katakan dengan tegas, itu tidak pernah ada pembicaraan dengan saya tentang itu,” ujar Kwik di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Kwik menyebut tidak ada pembahasan terkait dengan tim sukses saat pertemuannya dengan Prabowo-Sandi. Dirinya hanya menyetujui untuk menjadi penasihat untuk Prabowo Subianto.

“Jadi pertemuan saya yang terakhir adalah dengan Pak Prabowo sendiri, ada Pak Sandi, ada Pak Hasyim, ada Pak Burhanuddin Abdullah juga, ada Pak Fuad Bawazier, dan itu berhadapan dengan pers seperti ini, itu tidak ada kata-kata Dewan Pakar. Tidak ada sama sekali,” jelasnya.

“Penasehat itu bukan penasihat koalisi, bukan penasihat partai, penasihat Prabowo,” sambungnya.

Kesediaannya untuk menjadi penasihat, dikatakannya hanya sebatas pertemanan. Selain itu, dia pun tidak menutup diri untuk menjadi penasihat kubu Jokowi-Ma’ruf.

“Iya bukan hanya setuju, itu berjalan secara alamiah. Kalau saya ditelepon, diajak makan bersama, enggak mau ah, karena Anda sudah berkompetisi, enggak bisa begitu kan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan Kwik Kian Gie merupakan salah satu dari 40 orang anggota Tim Pakar Ekonomi pasangan Prabowo-Sandiaga yang sudah berdiskusi intensif selama tiga pekan terakhir.

"Kwik Kian Gie sudah cukup intensif tiga pekan ini berdiskusi empat kali mengadakan rapat intensif dengan tim pakar ekonomi kami yang jumlahnya hampir 40 orang," kata Prabowo, dalam konferensi pers di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (17/9/2018) malam.

Dia mengatakan, dari diskusi itu dihasilkan konsep ekonomi kesejahteraan dan juga di bidang lingkungan hidup, politik, hukum dan keamanan. Menurut dia, Kwik merupakan ekonom yang memiliki dasar teori yang kuat, namun diikuti dasar pengalamannya sebagai praktisi dan pelaku ekonomi sekaligus pejabat publik di bidang kebijakan ekonomi nasional.

"Pengalaman beliau hadapi situasi sulit di awal 2000 itu sangat membantu kami hadapi kondisi ekonomi saat ini yang tidak bisa dianggap remeh, harus kita hadapi dengan teliti dan hati-hati," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Kwik Kian Gie mengakui Prabowo memiliki perhatian yang besar dan intensif terkait masalah ekonomi karena catatan-catatannya terkait ekonomi dibaca satu per satu dan ditandai serta dirinya diajak berdiskusi. Menurut dia, dirinya dan Prabowo sudah lama berdiskusi jauh sebelum mantan Komandan Kopassus itu berpikir terjun ke dunia politik.

"Bahkan saya sahabat ayahnya Prabowo, yaitu almarhum Sumitro Djojohadikusumo, meskipun beda usia jauh namun merasa dekat karena alumni Rotterdam," katanya pula.

Sumber : Bisnis, Antara