Ratna Sarumpaet Ditolak di Batam: Apa Saya Penyakitan?

Massa menolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (16/9/2018). (Twitter - @ratnaspaet)
16 September 2018 21:29 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, BATAM -- Ratna Sarumpaet dihalangi massa saat dirinya sampai di Bandara Hang Nadim, Batam, sejak Minggu (16/9/2018) pagi. Ratna pun mengaku heran soal alasan dirinya dilarang masuk ke Batam dan batalnya acara diskusi yang hendak dihadirinya.

Saat tiba di Bandara Hang Nadim, massa sudah berkumpul di jalur keluar bandara dan memeriksa setiap mobil yang lewat. Hal itu untuk memastikan Ratna tidak bisa keluar dari bandara dan menuju Batam.

Melalui akun Twitter @RatnaSpaet, dia mengunggah foto yang diambil dari jendela depan mobil. Di foto itu, tampak aparat kepolisian berbaris di sebuah jalur yang disebutnya berada di kompleks Bandara Hang Nadim. "Saya baru masuk pesawat ketegangan di. AirPort Batam sudah seperti ini. Bismillah," tulisnya menyertai foto itu.

Mendapatkan penolakan itu, aktivis yang kerap menentang pemerintahan Joko Widodo ini merasa kesal. Dia mengaku tidak tahu alasan penolakan dirinya di Batam dan menilainya sebagai larangan untuk bersuara.

"Saya mau kayak apa nanti? Kalau bersuara saja ga boleh. Enggak ada alasan. Saya kan nanya dari tadi apa sih, kenapa saya ga boleh turun di Batam," katanya dalam sebuah video yang diunggah channel Gerakan Selamatkan Indonesia di Youtube, Minggu malam.

Menurutnya, polisi tidak punya alasan untuk melarang dirinya masuk ke pulau tertentu di Indonesia, termasuk Batam. Dia meminta polisi membuktikan jika memang ada alasan yang membuatnya tidak bisa memasuki Batam.

"Apakah saya penyakitan? Apakah ada penyakit menular dalam diri saya? Apakah saya teroris atau ada kejahatan kriminal yang saya lakukan? Buktikan dong. Karena hanya itu saja yang seharusnya membuat polisi punya alasan melarang seseorang turun di satu pulau," katanya.

Dia mengaku heran dengan penolakan itu karena saat itu tidak membawa massa. Ratna pun merasa diperlakukan tidak adil.

"Yang saat ini bukan alasan, yang saat ini menurut saya tidak adil. Saya tidak bawa orang saya hanya sendiri sendiri dengan mulut saya, dan saya enggak boleh masuk. Saya enggak ngerti itu. Saya enggak ngerti mau sampai kapan kita ini buat seperti ini. Jadi saya enggak heran kenapa banyak rakyat yang menginginkan ganti presiden," katanya.

Kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam adalah sebagai Presidium Nasional Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI). Organisasi yang dipimpinnya ini rencananya menggelar diskusi bersama Aliansi Umat Islam Batam Bersatu di Aula PIH Batam. Sebelumnya, Ratna Sarumpaet melalui akun ini mengakui diskusi itu sudah dibatalkan kepolisian.