Reaksi Jokowi Soal Usulan Debat Bahasa Inggris: Kita Bangsa Indonesia

Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ma'ruf Amin dan Erick Thohir seusai di Jakarta, Jumat (7/9 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
16 September 2018 20:13 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menanggapi dengan kalem tentang usulan debat Pilpres 2019 dalam bahasa Inggris yang dilontarkan kubu koalisi Prabowo Subianto. Oleh kubu pendukung Jokowi, usulan itu disambut dengan tantangan berdebat dalam bahasa Arab dan tes mengaji.

Jokowi menyatakan tanggapan singkatnya saat memberikan pengarahan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV relawan pendukung Jokowi Projo. Soal usulan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam debat capres, Jokowi hanya berkomentar singkat.

"Kita ini kan bangsa Indonesia. Kita bangsa Indonesia. Kita juga punya bahasa nasional, bahasa Indonesia," kata Jokowi.

Usulan debat capres-cawapres dalam Pilpres 2019 menggunakan Bahasa Inggris ini datang dari partai anggota koalisi pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Yandri menyebut penggunaan Bahasa Inggris itu bisa menjadi pertimbangan KPU.

Usulan itu kemudian didukung oleh Wakil ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Namun Prabowo-Sandiaga Uno malah lebih memilih penggunaan bahasa Indonesia dalam debat capres-cawapres nanti.

Dalam Rakernas IV Projo, Jokowi tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.15 WIB dan menyampaikan arahan tertutup yang tidak boleh diliput oleh awak media. "[pengarahan] Ini biar rekan-rekan relawan memiliki semangat, memiliki militansi yang tinggi, mereka ingin berbuat baik untuk negara," ungkap Jokowi.

Rakernas IV Projo ini sudah digelar sejak Sabtu (15/9/2018). Sejumlah tokoh sudah menyampaikan pembekalan kepada para relawan antara lain Erick Tohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin dan Wakil Ketua TKN yang juga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Dari dulu 'kan kita selalu menyampaikan optimisme, menyampaikan program, menyampaikan apa yang sudah kita kerjakan," ungkap Jokowi.

Jokowi meyakini Pilpres 2019 akan menjadi kontestasi ide dan bukan debat yang membawa isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). "Saya kira memang ini sekali lagi, kontestasi ini harus diisi dengan kontestasi program, adu program, adu ide, gagasan. Saya kira ini akan mendewasakan dan mematangkan cara-cara berpolitik masyarakat," kata Jokowi.

Sumber : Antara