Isi Pakta Integritas Prabowo Subianto & GNPF di Ijtima Ulama

Prabowo Subianto dan Yusuf Martak dari GNPF seusai penandatanganan pakta integritas. (Twitter fadlizon)
16 September 2018 17:55 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Yusuf Muhammad Martak mengatakan ijtimak ulama II akan memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan keharusan menandatangani pakta integritas yang dihasilkan dalam sidang ijtimak II tersebut.

"Ijtimak ini rangkaiannya adalah penandatanganan pakta integritas, apabila pakta integritas ditandatangani berarti ada keseriusan Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menjalankan komitmennya semua yang direkomendasikan melalui pakta integritas yang disampaikan oleh ijtima ulama, tatkala itu akan ditandatangani maka otomatis dukungan akan diberikan ke Bapak Prabowo," katanya dalam konferensi pers awal ijtimak ulama II di Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Yusuf menyampaikan terdapat sejumlah poin dalam pakta integritas yang disodorkan kepada pasangan calon Prabowo dan Sandiaga. Namun, kata dia, tidak ada satupun poin terkait posisi GNPF.

"Pakta integritas yang disampaikan yang intinya dari GNPF tidak ada usulan atau memohon jabatan apapun, kita berbuat tanpa pamrih, tanpa bergaining, kita berbuat untuk bangsa dan negara dan demi keselamatan umat Islam di Indonesia jangan sampai merasakan ketidakadilan, kita butuh keadilan yang sama, yang 'equal', baik kepada umat Islam maupun agama-agama lain," tuturnya.

Pasangan Prabowo - Sandiaga Uno dijadwalkan datang ke ijtima ulama II pada siang hari sesuai kesepakatan. Yusuf Martak menyampaikan seluruh langkah-langkah yang diambil GNPF dan Ijtima Ulama telah dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi.

Sementara itu, Yusuf mengatakan, dukungan ke Prabowo - Sandiaga tidak bertentangan dengan ijtima uIama I yang merekomendasikan Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden. Menurut dia, Ijtima Ulama I menginginkan pergantian presiden dalam Pilpres 2019. "Ijtimak Ulama II saya kira tetap konsisten," ujarnya.

Tokopedia

Sumber : Antara

Kolom 5 hours ago

Efek Ekor Jas