Diminta Jelaskan Alasan Pilih Sandiaga, Prabowo Didukung Ijtima Ulama II

Capres Prabowo Subianto menyapa pendukungnya seusai mendaftar di depan Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8 - 2018). (Antara / Aprillio Akbar)
16 September 2018 16:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ijtimak Ulama II dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) atau alumni 212 secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu ditandai penandatanganan pakta integritas oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

Prabowo tiba sekitar pukul 13.00 WIB saat sidang pleno Ijtimak Ulama II masih berlangsung, Minggu (16/9/2018) siang. Dia menandatangani pakta integritas tersebut sekitar pukul 14.30 WIB.

Rizieq Shihab melalui pesan yang diputar dalam sidang tersebut, menyampaikan ada tiga agenda utama dalam Forum Ijtimak Ulama II itu. Pertama, mendengarkan secara langsung alasan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden, bukan cawapres rekomendasi Ijtimak Ulama I, Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri. Hal ini untuk menghindari saling curiga dan perpecahan di tubuh ulama dan Koalisi Keumatan.

Kedua, penandatanganan pakta integritas oleh pasangan calon sebagai bentuk perjanjian yang kuat dan mengikat keduanya. Ketiga, untuk menyusun langkah pemenangan bagi Prabowo-Sandiaga Uno.

Seusai penandatanganan pakta integritas, Prabowo menyampaikan terima kasih dan terharu atas dukungan yang diberikan oleh ijtima ulama.

"Atas nama Prabowo-Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada Ijtimak Ulama II dari GNPF Ulama atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, atas dukungan yang begitu ikhlas diberikan, ini sungguh adalah waktu yang mengharukan bagi diri saya, dan saya sudah berjanji kepada ijtimak akan saya berbuat yang terbaik, seluruh jiwa dan raga saya persembahkan kepada bangsa dan negara Indonesia," kata Prabowo dalam konferensi pers.

Dalam acara tersebut, hadir pula Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Eggi Sudjana, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Sumber : Antara