Menguat Lagi, Rupiah Kembali ke Posisi Rp14.800/US$

Ilustrasi menghitung uang rupiah (Bisnis/Rachman)
14 September 2018 17:00 WIB Mutiara Nabila Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kurs rupiah ditutup menguat setelah dolar Amerika Serikat (AS) melemah karena Trump mengajukan negosiasi dagang dengan China. Pada penutupan perdagangan Jumat (14/9/2018), rupiah tercatat menguat 40 poin atau 0,27% menjadi Rp14.800 per dolar AS.

Namun, posisi ini lebih rendah dari posisi setahun sebelumnya atau mencatatkan pelemahan 7,84% secara year-to-date (ytd). Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa ajakan negosiasi terkait dengan perang dagang AS dan China membuat dolar AS melemah.

"Ini kan pertama kalinya Trump duluan yang mengajukan negosiasi dengan China, makanya investor banyak yang melepas dolar AS, sehingga indeks dolar melemah," ujar Ibrahim kepada Bisnis/JIBI, Jumat (14/9/2018).

Presiden AS Donald Trump dan pemerintahnya telah mengajukan negosiasi dagang dengan China setelah Negeri Panda itu melaporkan perbuatan AS dalam sistem perdagangan kepada Organisasi Dagang Dunia (WTO). China meminta agar AS diberi sanksi.

Bank sentral Eropa (ECB) pada pekan depan juga akan melakukan pertemuan yang membahas akan menaikkan suku bunga dan stimulus. ECB diketahui akan mempertahankan suku bunganya, sehingga membawa sentimen negatif bagi dolar AS.

Selain itu, indeks harga konsumen (CPI) AS secara month-to-month pada Agustus 2018 hanya tumbuh 0,2%, atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,3%. Adapun, indeks dolar AS tercatat merosot tipis 0,07% ke 94,45.

Ibrahim menyebutkan bahwa tren rupiah untuk saat ini sedang menguat. Hal ini karena intervensi dari pemerintah yang dinilai berhasil, tahun politik yang tidak terlalu bergejolak, dan pertemuan International Monetary Fund (IMF) yang akan diselenggarakan di Indonesia pada Oktober mendatang.

"Kemarin kan pemerintah dan BI [Bank Indonesia] sudah melakukan penyelidikan kapada spekulan agar mereka segera menukar dolar AS-nya menjadi rupiah dan kemudian kebijakan impor. Lalu pertemuan IMF dengan Indonesia sebagai tuan rumah nanti membuat Indonesia mendapat pandangan positif dari pasar," lanjut Ibrahim.

Direktur PT Garuda Berjangka itu memproyeksikan nilai rupiah akan berada di kisaran Rp14.770 - Rp14.820 per dolar AS dalam sepekan kedepan.

Tokopedia
Kolom 5 hours ago

Efek Ekor Jas