Indonesia-Perancis Targetkan 10.800 Siswa SMK Siap Kerja Dalam Waktu 5 Tahun

Ilustrasi praktik kerja. (Kemendikbud.go.id)
14 September 2018 15:18 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, CIMAHI — Pusat Keunggulan (Center of Excellent) Bidang Listrik, Otomasi, dan Energi Terbarukan yang merupakan kerja sama Indonesia dengan Perancis menargetkan pelatihan 10.800 siswa SMK yang siap kerja dalam waktu lima tahun.

Pusat Keunggulan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Cimahi tersebut diresmikan Kamis (13/9/2018). Fasilitas tersebut merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Pemerintah Perancis dan Schneider Electric Foundation.

Pembangunan fasilitas pelatihan merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama antara Kemendikbud dengan Kementerian Pendidikan Nasional Pendidikan Tinggi dan Riset Perancis, Schneider Electric Foundation Perancis, serta PT Schneider Indonesia. Bagi Kemendikbud, langkah ini merupakan bagian dari program revitalisasi SMK sesuai Inpres No. 9/2016 tentang Revitalisasi SMK.

Pusat Keunggulan akan menjadi tempat pelatihan pelatih (Training of Trainers) bagi para guru dan tenaga kependidikan SMK. Programnya dirancang sesuai standar internasional yang menghubungkan akademik dengan kebutuhan industri. Fokusnya pengembangan keahlian bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan, dan energi terbarukan.

Target yang ditetapkan adalah melatih 240 guru dan 10.800 siswa SMK siap kerja dalam lima tahun ke depan. Peresmian pusat pelatihan dihadiri Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Perancis Charles-Henri Brosseau, Chief Marketing Officer Global Schneider Electric Chris Leong, sejumlah pejabat di lingkungan Kemendikbud, serta para guru dan kepala SMK yang terlibat dalam program ini.

Ananto Kusuma Seta yang hadir mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan kejuruan menjadi salah satu prioritas utama Kemendikbud. “Pengembangan Pusat Keunggulan adalah upaya kemitraan pemerintah dan swasta yang sangat baik. Kami menghargai inisiatif Pemerintah Perancis dan Schneider Electric yang mendukung agenda pemerintah Indonesia,” kata Ananto dalam laman Kemendikbud.go.id, Jumat (14/9/2018).

Charles-Henri Brosseau dari Kedutaan Besar Perancis mengatakan Pemerintah Perancis gembira bisa berkontribusi terhadap masa depan generasi muda dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Kami senang dapat memperkuat kemitraan kami dengan Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru kejuruan dan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari sistem pendidikan kejuruan terbaik di Perancis,” ujar dia.

Tokopedia
Kolom 5 hours ago

Efek Ekor Jas