Kasus Dana Asian Games Diungkit, Erick Thohir: Track Record Tak Bisa Dibohongi

Ketua TKN Erick Thohir - Bisnis / Muhammad Ridwan
13 September 2018 16:30 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kasus dugaan tindak pidana korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 kembali muncul ke permukaan setelah nama Erick Thohir dipilih sebagai ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Sejumlah netizen kembali mengungkit kasus tersebut, bahkan beberapa di antaranya mengklaim bahwa Erick Thohir akan diperiksa polisi di kasus itu. Mendengar kabar tersebut, Erick Thohir menanggapinya dengan santai dan menyerahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku.

“Saya rasa sudah ada statement-nya, saya rasa yang namanya black campaign biasa, ya kan. Yang penting kan buktinya. Contoh bagaimana hal itu diangkat, saya tidak mau bikin statement, karena kita mesti menghormati hukum. Tetapi dari pihak kepolisian langsung mengatakan itu tidak benar,” ujar Erick Thohir seusai rapat perdana di kantor TKN Jokowi-Ma’ruf, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Erick menyayangkan apabila kampanye hitam seperti kasusnya tersebut terus-menerus terjadi. Menurutnya hal tersebut sangat tidak baik bagi politik Indonesia. Dia yakin kampanye hitam tersebut tidak dapat mempengaruhi masyarakat, karena masyarakat Indonesia dinilai sudah bijak dalam menerima informasi.

“Makanya tadi saya bilang track record. Track record itu tidak bisa dibohongi. Jadi tidak perlu kita juga hal-hal yang over reacting, karena kita semua kan status hukumnya jelas. Dan kita harus hormatin hukum di Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya memastikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 sudah selesai. Nama Erick Thohir sebagai Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) pada tahun 2017 dipastikan bersih dari kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengemukakan perkara itu sudah selesai dan tiga orang tersangka sudah divonis pengadilan. Menurut Argo, perkara tersebut memang mengandung kerugian negara.

"Kasus itu sudah klir sudah selesai, intinya itu kasus lama yang diangkat kembali di media ya. Kami sudah sampaikan bahwa memang kami menangani kasus itu dan semua pelakunya sudah divonis 4 tahun penjara," tuturnya, Rabu (12/9/2018).

Tokopedia
Kolom 6 hours ago

Efek Ekor Jas