SBY-Prabowo Bertemu, Demokrat Bantah Main Dua Kaki

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
13 September 2018 15:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Sikap sejumlah kader Partai Demokrat yang membelot dari garis kebijakan partai dengan menyatakan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) masih bersifat sementara dan masih bisa berubah menjelang Pilpres 2019.

Demikian dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menanggapi persepsi publik bahwa partainya “bermain dua kaki” dalam menyikapi kontestasi politik antara pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi.

Menurutnya, perbedaan sikap antara kader dan pengurus pusat itu terjadi karena ada dinamika politik yang diperhitungkan di daerah tertentu seperti di Provinsi Papua. Partai Demokrat menyatakan mengusung Prabowo-Sandi saat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun sejumlah kepala daerah asal kader Partai Demokrat menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Syarief mengakui berdasarkan survei internal, memang ada sekitar 20 persen kadernya yang mendukung Jokowi. Padahal, Pilpres masih berlangsung enam bulan lagi. Untuk itulah, ujarnya, menjelang pemilu tahun depan Partai Demokrat akan memberikan pencerahan melalui mekanisme partai untuk menarik kembali para kader itu untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

“Demokrat solid untuk sungguh-sungguh untuk memenangkan Prabowo. Masih ada enam bulan lagi sehingga kami akan terus mengupayakan memberikan pencerahan,” ujarnya dalam diksui bertajuk “Isu dua kaki Demokrat ganggu parpol koalisi?” yang dilaksanakan di Gedung DPR.

Namun, kata Syarief, Partai Demokrat tidak bisa memaksanakan kehendaknya kepada kader untuk menetukan pilihan pada pemilu legislatif dan pemilu presiden yang digelar serentak. Bahkan dia mengatakan bisa saja para kader partainya berbeda pilihan soal calon presiden.

Akan tetapi, dia optimistis kader Demokrat akan secara bulat mendukung Prabowo setelah Partai Demokrat melakukan sejumlah musyawarah nasional maupun rapat kerja nasional menjelang Pilpres 2019.

Soliditas mendukung Prabowo itu, ujarnya, terlihat dari akan turunnya SBY sebagai juru kampanye bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk pemenangan Prabowo. Dengan demikian, istilah tudingan bermain dua kaki dari publik itu tersebut segera hilang, ujarnya.

Sementara itu, politikus PAN, Yandri Susanto, dalam diskusi itu menyatakan tidak meragukan lagi dukungan Partai Demokrat kepada pasangan Prabowo-Sandi. Dia mengklaim, hasil pertemuan antara Prabowo dan SBY tadi malam telah mengukuhkan soliditas di antara parpol pendukung pasangan Prabowo-Sandi yang terdiri dari Partai Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS.