Gus Miftah, Pendakwah Spesialis Klub Malam Sering Didatangi Artis

Gus Miftah (Instagram/gusmiftah)
13 September 2018 15:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Seorang penceramah bernama Miftah Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Namanya menjadi buah bibir setelah tersebarnya video viral yang memperlihatkan dirinya berdakwah di tempat hiburan malam.

Video yang viral di media sosial sejak Kamis (6/9/2018), berisi rekaman Gus Miftah saat mengajak sejumlah wanita berpakaian seksi di klub malam di kawasan Bali. Video itu pun memantik perdebatan di kalangan warganet. Ada beberapa netizen yang menuding Gus Miftah sengaja mencari sensasi dengan mengunggah video ceramahnya di media sosial.

Menanggapi kontroversi tersebut, Gus Miftah menegaskan sama sekali tidak pernah mencari sensasi. Dia mengaku sudah lama berdakwah di tempat yang tidak lazim. Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengaku sering berdakwah di Pasar Kembang (Sarkem), salah satu kawasan yang dikenal sebagai tempat lokalisasi di Jogja.

"Di Sarkem saya [berdakwah] 14 tahun. Saya sempat off, aktif lagi empat tahun lalu. Di Boshe Jogja 13 tahun dan di Boshe Bali delapan tahun. Itu sudah cukup lama," terang Gus Miftah seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (13/9/2018).

Pengajian yang digelar di Boshe Bali beberapa waktu lalu dilakukan dalam rangka memeriahkan ulang tahun tempat tersebut. Dia mengaku telah mendapatkan izin dari pihak manajemen Boshe Bali untuk menggelar pengajian di sana. Dia juga menegaskan tidak berniat mencari popularitas.

Dihimpun dari Okezone, pria berusia 37 tahun asal Ponorogo, Jawa Timur, itu memilih memang sengaja memilih tempat tak lazim untuk berdakwah. Sebab, dia belum menemukan ada dalil yang melarang berdakwah di tempat seperti itu. Selain berdakwah di klub malam, Gus Miftah juga mengasuh Pondok Pesntren Ora Aji.

Di kalangan pesantren, sosok Gus Miftah akrab disapa dengan panggilan Abah. Selama ini, dia mengajarkan arti kehidupan kepada para santrinya. Sosoknya yang arif dan bijaksana dibarengi dengan pengetahuan agama serta kehidupan yang tinggi membuat pesantrennya terkenal. Pondok pesantren yang beralamat di Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY, itu sering didatangi artis hingga pejabat Indonesia.