17 Tahun Berlalu, Identitas Jasad Korban Serangan 9/11 Masih Samar

Serangan di gedung World Trade Center, Amerika Serikat. (The Sun)
12 September 2018 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTON – Serangan di Menara Kembar, Gedung World Trade Center (WTC), New York, dan Washington, Amerika Serikat 11 September 2001 telah lama berlalu. Serangan yang dilakukan kelompok militan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden membuat sekitar 3.000 nyawa melayang.

Meski telah 17 tahun berlalu, lebih dari 1.100 korban serangan 11 September 2001 belum teridentifikasi. Sampai saat ini, sejumlah petugas khusus masih berupaya mencari identitas korban serangan tersebut. Upaya pencarian identitas menjadi semakin sulit dilakukan.

"Kami terus melakukan upaya pencarian identitas korban. Proses identifikasi tersebut semakin sulit karena material biologis yang tersisa semakin lapuk. Hanya sedikit yang bisa diselamatkan dari jasad korban,"kata Mark Desire, salah satu bagian tim pencarian identitas korban serangan 9/11.

Serangan 9 September 2001 di Amerika serikat juga menimbulkan efek negatif bagi sejumlah warga Kota New York. Diwartakan The Guardian, Selasa (11/9/2018), serangan tersebut membuat ribuan orang terjangkit kanker.

Jumlah pasien kanker terus meningkat pada 2013 silam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan World Trade Center, ribuan warga Kota Manhattan, New York, Amerika Serikat, yang didiagnosis terserang kanker setelah teror 9/11 adalah petugas pemadam kebakaran, anggota polisi, dan tim penyelamat.

Penyakit mematikan itu merupakan dampak negatif dari racun yang bercampur dengan udara dan terhirup. Racun itu berasal dari bahan bakar pesawat yang ditabrakkan ke gedung World Trade Center. Selain itu, racun penyebab kanker itu dihasilkan dari serpihan asbes, semen, dan kaca gedung tersebut.

Orang-orang yang kala itu berada di sekitar gedung World Trade Center beserta tim penyelamat berisiko tinggi terkena kanker tiroid, kulit, dan kantong kemih. Beruntung, pihak World Trade Center memberikan bantuan medis kepada mereka yang terkena dampak serangan 9/11.