PBB Didesak Bentuk Tim Penyidik Krisis Rohingya

Pengungsi Rohingya di Bangladesh (Reuters/Mohammad Ponir Hossain)
12 September 2018 05:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, JENEWAPersatuan Bangsa-Bangsa (PBB) didesakb melakukan penyelidikan atas dugaan genosida terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Penyelidikan ini semestinya dilakukan dengan membentuk tim independen guna membuktikan dan mengadili pelaku kejahatan tersebut.

Seruan itu diungkapkan oleh Ketua Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR), Michelle Bachelet, dalam pidato perdananya. Dia menegaskan tim penyelidikan itu perlu dibentuk untuk menganalisa bukti kejahatan internasional paling mengerikan yang terjadi di Myanmar.

"Saya berharap Dewan HAM PBB segera menyelesaikan masalah krisis kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya," kata Michelle Bachelet seperti diwartakan CNN, Selasa (11/9/2018).

Michelle Bachelet menilai serangan yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya telah direncanakan secara sistematis. Serangan yang dilakukan sejak Agustus 2017 terus memburuk. Itulah sebabnya dia mendesak PBB membentuk tim penyidik dan menerapkan mekanisme baru untuk mempersiapkan penuntutan terhadap krisis kemanusiaan tersebut.

Michelle Bachelet yang merupakan mantan Presiden Chile ini menekankan bahwa tim penyidik itu akan melanjutkan hasil penyelidikan terdahulu. Sebelumnya, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah melakukan penyelidigan awal terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Rakhine, Myanmar.

"Hasil penyelidikan ICC sangat penting untuk dilanjutkan. Nantinya, tim penyidik independen ini bertanggung jawab mengumpulkan bukti tentang serangan yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya di Myanmar," imbuh Michelle Bachelet.

Seperti diketahui, kekerasan yang dilakukan militer Myanmar pada Agustus 2017 lalu membuat warga Rohingya terusir dari kampung halaman. Mereka terpaksa melarikan diri ke sejumlah negara tetangga, salah satunya Bangladesh, untuk menyelamatkan diri.

Sampai saat ini, warga Rohingya masih bertahan di pengungsian yang berada di Bangladesh. Kehidupan mereka bergantung kepada bantuan kemanusiaan yang disalurkan pemerintah Bangladesh. Mereka menolak dipulangkan ke Myanmar jika tidak mendapatkan jaminan keamanan.

Tokopedia