Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Penerimaan Negara Masih Tinggi

Fahri Hamzah berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti Sidang Paripurna DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (17/7 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
11 September 2018 18:12 WIB Puput Ady Sukarno Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah memastikan bahwa di tengah kondisi situasi perekonomian global yang dinamis saat ini, kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 masih cukup baik. Pelemahan rupiah diyakini tak terlalu berpengaruh pada kas negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi APBN 2018 yang masih cukup baik tersebut terlihat dari masih tingginya penerimaan negara dibandingkan dengan belanja negara saat ini.

Namun demikian, pihaknya memastikan akan tetap berhati-hati dalam menjaga pengelolaan fiskal. Dalam situasi tidak pasti saat ini, pemerintah membutuhkan APBN sebagai instrumen menjaga perekonomian, baik stabilisasi maupun menjaga alokasi dan distribusi.

"Realisasi penerimaan kita per Akhir Agustus 2018 sebesar Rp1.152,7 triliun, atau 60,8% dari total penerimaan," ujar Sri Mulyani di sela Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Menurutnya, realisasi penerimaan negara yang setara 60,8% dari target penerimaan Rp1.894,7 triliun tersebut juga tumbuh 18,4% dibandingkan dengan perolehan sama tahun lalu yang hanya tumbuh sebesar 11%. Penopang pertumbuhan penerimaan negara tersebut adalah melonjaknya pertumbuhan realisasi penerimaan sektor perpajakan yang tumbuh mencapai 16,5% per 31 Agustus 2018, serta PNBP yang tumbuh 24,3%.

"Pertumbuhan realisasi perpajakan itu juga lebih tinggi jika dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 9,5%, PNBP kita juga tumbuh sekitar 24,3% dibandingkan tahun lalu sekitar 20,2%," tutur Sri Mulyani.

Menurutnya, kondisi pertumbuhan penerimaan negara sampai akhir Agustus 2018 tersebut merupakan capaian yang tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Tokopedia