Sebut Surya Paloh di Balik Impor Besar-Besaran, Rizal Ramli Disomasi Nasdem

Rizal Ramli saat masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman melepas rombongan mudik gratis di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (29/6 - 2017), bersama Ignasius Jonan. (Bisnis / Endang Muchtar)
11 September 2018 15:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Nasdem akan melakukan somasi atau peringatan hukum kepada Rizal Ramli atas pernyataannya yang telah menyebut Ketua Umum Nasdem Surya Paloh terkait dengan kebijakan impor. Nasdem menganggap pernyataan itu fitnah.

"Kami akan melakukan somasi kepada Rizal Ramli [RR] untuk menarik pernyataannya," kata Ketua DPP Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo pada jumpa pers di DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018).

Dalam pernyataannya di sejumlah media massa dan media sosial, RR menilai bahwa Ketua Umum Partai NasDem berada di belakang kebijakan impor serta mengatur-atur dan "bermain" dalam impor yang dilakukan oleh pemerintah. Akibatnya, kata dia, masyarakat mendapatkan informasi sesat dan tidak benar.

Syahrul menganggap bahwa pernyataan RR itu adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan mengarah pada pembunuhan karakter Surya Paloh. Dalam pernyataannya, RR juga telah merendahkan martabat Presiden Jokowi dengan menggambarkan sosok yang mudah ditekan pihak lain.

Menurut dia, Surya Paloh, baik dalam kapasitas sebagai Ketua Partai maupun pribadi, tidak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan oleh Pemerintah, apalagi hingga ikut mengatur ataupun mengambil keuntungan.

"Bapak Surya Paloh juga tidak memiliki bisnis terkait dengan impor beras, impor guIa, impor garam, seperti yang dikesankan dalam pernyataan RR bahwa seolah-olah Bapak Surya Paloh 'bermain' dalam kebijakan impor tersebut," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Partai NasDem selalu memegang komitmen tanpa syarat dalam mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Dia mengklaim Surya Paloh tidak pernah memintah jatah menteri, apalagi proyek kepada pemerintah.

"Surya Paloh juga tidak pernah bermasalah jika menteri yang berasal dari Partai NasDem tidak bagus kinerjanya, kemudian di-'reshuffle'. Selama terjadinya reshuffle kabinet, sudah beberapa kali menteri dari Partai NasDem diganti dan hal itu tidak menjadi masalah," ucapnya.

Partai NasDem, kata Syahrul, selalu menghormati dan menerima keputusan dari Presiden yang memiliki hak prerogatif terkait dengan kabinetnya. Hal ini menandakan bahwa baik Presiden Jokowi maupun Ketua Umum Surya Paloh sangat profesional dan menjunjung prinsip merit system dalam kabinet.

Terkait dengan kebijakan impor yang dilakukan oleh Pemerintah, Syahrul mengklaim Partai NasDem sama sekali tidak memiliki sangkut-paut, baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Kebijakan impor yang diputuskan oleh Pemerintah memiliki dasar dan alasan yang kuat berdasarkan data dan situasi pasar.

Penetapannya dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Darmin Nasution. "Kebijakan impor merupakan bagian dari tugas pemerintah mengelola kondisi perekonomian bangsa dengan perhitungan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum Partai NasDem Hernawi Taslim menambahkan bahwa partainya memberikan waktu 3 x 24 jam kepada mantan Menko Kemaritiman itu untuk mengklarifikasi pernyataannya.

"Kalau tidak ada halangan, besok (Rabu) kami akan sampaikan somasi kepada RR. Kami kasih waktu 3 x 24 jam untuk direspons secara positif. Kalau tidak direspons, kami akan mengajukan proses hukum lain, yakni melaporkan ke Mabes Polri," katanya.

Taslim menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan segalanya untuk menuntut orang yang memfitnah dan harus bertanggung jawab kepada publik.

Dia mengklaim menyiapkan 27 pengacara untuk mengkaji pemberitaan RR di beberapa media. Setidaknya, sampai saat ini ada dua unsur delik terkait Rizal Ramli, yakni Pasal 310 Ayat (1) KUHP dan Pasal 311 Ayat (12) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.

Impor besar-besaran berbagai komoditas disinyalir sejumlah pakar sebagai penyebab rupiah makin rentan terhadap gejolak eksternal. Pandangan ini mengemuka seteleh pelemahan kurs rupiah dalam dua pekan terakhir yang menyentuh Rp15.000/dolar AS.

Tokopedia