Api Membesar karena Badai Angin di Puncak Gunung Lawu

Api menjalar di sisi timur laut Gunung Lawu terlihat dari Desa Cepoko, Magetan, Jumat (24/8 - 2018) malam. (Antara / Siswowidodo)
10 September 2018 22:04 WIB Abdul Jalil Nasional Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Kebakaran yang terjadi di puncak Gunung Lawu pada malam 1 Sura, Senin (10/9/2018) malam ini, lebih besar dibandingkan kebakaran sebelumnya. Salah satu penyebab api cepat merambat dan membesar adalah terjadinya badai angin di puncak gunung.

Badai yang menerjang puncak Lawu ini membuat api yang membakar hutan semakin besar. "Di atas itu terjadi badai angin. Anginnya cukup kencang. Sehingga ini membuat api semakin mudah membakar semak-semak kering," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (10/9/2018) malam.

Fery menuturkan pemadaman api di puncak Lawu masih dilakukan secara manual. Namun, karena hutan yang terbakar cukup luas dan api cukup besar membuat pemadaman membutuhkan waktu lama. Dia berharap secepatnya bisa turun hujan sehingga pemadaman api bisa merata dan cepat.

Untuk itu penutupan jalur pendakian dan evakuasi menjadi penting dalam bencana kebakaran ini. Jangan sampai peristiwa kebakaran ini memakan korban jiwa.

Ada 30 personel gabungan yang diterjunkan untuk mengamankan kawasan jalur pendakian Cemoro Sewu. Petugas juga mengawasi jalur-jalur tikus atau jalur ilegal untuk menuju ke puncak Lawu.

"Tadi kami menemukan beberapa pendaki yang melewati jalur tikus. Langsung kita minta untuk turun karena kondisinya memang tidak memungkinkan," jelas dia.

Penutupan jalur pendakian Cemoro Sewu, lanjut Fery, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kapan penutupan berakhir dan pendaki diperbolehkan untuk melakukan pendakian di puncak Lawu. Karena harus dipastikan kebakaran padam dan sudah bisa digunakan untuk pendakian.

Tokopedia