Pengacara: Setnov Minta Eni Saragih Sembunyikan Perannya dalam Suap PLTU Riau-1

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kiri) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/3 - 2018). Sidang mantan ketua DPR itu beragenda mendengarkan keterangan saksi. (Antara/Rivan Awal Lingga)
10 September 2018 21:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Nama mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali disebut terkait kasus suap PLTU Riau-1. Fadli Nasution, pengacara mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (EMS), menyatakan Setya Novanto berupaya mempengaruhi kliennya tidak menceritakan terkait perannya dalam kasus itu.

Selain Eni, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus itu, yakni Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited serta mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (IM).

"Pak Setya Novanto [SN] minta Bu Eni tidak membuat keterangan di BAP tentang peran Pak SN dalam proyek PLTU Riau-1, padahal beliau pelaku utamanya bersama-sama dengan Pak Kotjo," kata Fadli di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Sebelumnya, Eni Saragih yang saat ini ditahan Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK Jakarta sempat menyatakan bahwa dia sempat didatangi oleh mantan Ketua DPR.

"Ya tadi saya sudah menyampaikan kepada penyidik karena tadi penyidik juga menanyakan kepada saya, mengkonfirmasi kepada saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya," ucap Eni seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Ia pun mengatakan bahwa kedatangan Novanto tersebut membuat dirinya kurang nyaman. "Yang pasti sudah saya sampaikan semua kepada penyidik ya, memang apa yang disampaikan Pak Novanto membuat saya kurang nyaman," kata Eni.

Idrus diduga bersama-sama dengan Eni diduga telah menerima hadiah atau janji dari Kotjo pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Idrus Marham diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp4 miliar, sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,25 miliar. Tersangka Eni juga diketahui telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada penyidik KPK.

Tokopedia

Sumber : Antara