Gagal Lolos Jadi Caleg, Taufik Gerindra Polisikan KPU DKI

Ilustrasi surat suara (Bisnis/Dwi Prasetya)
10 September 2018 20:17 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik melaporkan para komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dengan tuduhan melanggar konstitusi ke Polda Metro Jaya. Hal ini dilakukan lantaran Taufik terganjal Peraturan KPU yang tak meloloskan mantan napi kasus korupsi sebagai calon anggota legislatif (caleg).

"Klien kami melaporkan tujuh komisioner KPU DKI Jakarta dugaan tindak pidana merampas hak konstitusi," kata pengacara M Taufik, Mohammad Taufiqurrahman di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/4800/IX/2018/PMJ/Dit. Reskrimum, Taufik melaporkan tujuh Komisioner KPU DKI Jakarta yakni Betty Epsilom Indroos, Partono, Sunardi, Nurdin, Muhaimin, Deti Kurniati, dan Marlina. Mereka dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 216 ayat 1 KUHP.

Taufiqurrahman menuding para komisioner itu melanggar konstitusi karena tidak menjalankan putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait mantan napi kasus korupsi sebagai caleg pada Pemilu 2019. Taufiqurrahman menganggap komisioner KPU DKI Jakarta tidak hanya melanggar kode etik namun juga menyalahi aturan hukum pidana.

Tim kuasa hukum M Taufik menyerahkan barang bukti seperti salinan putusan Bawaslu yang memerintahkan KPU DKI Jakarta untuk mengubah status M Taufik dari tidak memenuhi syarat jadi memenuhi syarat.

Sumber : Antara