Demokrat Dua Kaki, SBY Diduga Yakin Jokowi Menang

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Jokowi dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3 - 2018). (Antara/Yulius Satria Wijaya)
10 September 2018 17:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Koalisi partai pendukung pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak punya cukup waktu untuk membahas dispensasi yang diberikan Partai Demokrat kepada kadernya yang mengalihkan dukungan kepada pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa dukungan kader Partai Demokrat di daerah kepada Jokowi-Ma’ruf Amin itu bukan masalah besar. Pasalnya, pro dan kontra di internal partai biasa terjadi.

“Parpol koalisi Prabowo-Sandiaga pun tidak akan membahas masalah itu,” ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senin (10/9/2018). Fadli yakin, hal itu hanya masalah konsolidasi di internal Partai Demokrat yang pada saatnya nanti tetap akan bersama-sama dengan Prabowo.

Dia mengatakan masing-masing parpol memiliki mekanisme sendiri untuk menghasilkan sebuah keputusan. Setiap keputusan yang dibuat pada tingkat pusat, katanya, pada akhirnya akan diikuti oleh pimpinan partai di daerah karena hal itu bersifat mengikat.

Sementara itu, pengamat poilitik yang juga Direktur Esekutif Indobarometer Muhamad Qodari menduga dispensasi kepada kader Demokrat diberikan karena keyakinan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Qodari,  SBY yakin pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang akan memenangkan Pilpres 2019 ketimbang Prabowo-Sandi.

"Saya kira Pak SBY dan Demokrat melihat bahwa Jokowi- Ma'ruf Amin di atas angin," kata Qodari.

Qodari mencontohkan Gubernur Papua Lukas Enembe yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, langkah Lukas cukup rasional. Sebab, tuturnya, sejak era Reformasi Jokowi merupakan presiden yang paling rajin ke Papua.

"Belum lagi ada kebijakan seperti BBM satu harga, infrastruktur dan lain-lain," katanya. Begitu pula di Jawa Timur, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo menyebutkan bahwa alasan mendukung Jokowi, karena mayoritas kader di daerahnya lebih menginginkan Jokowi dibandingkan Prabowo.

Tokopedia