Sri Mulyani: Rupiah Melemah, Penerimaan Negara Naik Triliunan

Fahri Hamzah berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti Sidang Paripurna DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (17/7 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
10 September 2018 16:30 WIB Hadijah Alaydrus Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pelemahan rupiah identik dengan memburuknya situasi ekonomi makro, seperti inflasi dan melemahnya kemampuan impor. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menepis hal itu dan mengungkapkan kondisi sebaliknya.

Pemerintah mencatat setiap pelemahan rupiah sebesar Rp100 per dolar AS menyumbang sekitar Rp4,7 triliun di dalam penerimaan di dalam APBN per Agustus 2018. Sementara itu, setiap pelemahan Rp100 per dolar AS akan meningkatkan belanja negara sebesar Rp3,7 triliun per Agustus 2018.

"Pelemahan rupiah memberikan pengaruh terhadap penerimaan dan belanja negara dalam APBN," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (10/9/2018).

Dengan demikian, penerimaan negara per Agustus 2018 meningkat 16,5% dan belanja sebesar 8,8%. Menurut Sri Mulyani, semua pos penerimaan meningkat per Agustus 2018, pajak meningkat 15%, dan PNBP mencapai 20,4%.

Dengan demikian, defisit APBN 2018 per Agustus mencapai Rp150 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp220 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini diperkuat oleh primary balance (keseimbangan primer) per Agustus 2018 yang mengalami surplus sebesar Rp11,5 triliun per Agustus 2018, dibandingkan defisit Rp84 triliun pada Agustus 2017.