Sebelum Kecelakaan, Sopir Bus Maut di Sukabumi Digantikan Kernet Tanpa SIM

Warga melihat mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Sabtu (8/9 - 2018). (Antara / Budiyanto)
10 September 2018 00:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SUKABUMI -- Bus Jakarta Wisata nomor polisi B-7025-SAG yang terjun ke jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga dikemudikan oleh sopir tembak (sopir pengganti). Sopir itu tak lain ada kernet bus tersebut.

"Dari hasil penyelidikan kasus kecelakaan yang terjadi di Desa/Kecamatan Cikidang dengan merenggut 21 jiwa dan 18 orang lainnya terluka ini ternyata yang mengemudikan bus tersebut adalah kernet," kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri di Sukabumi, Minggu.

Menurut dia, dari keterangan saksi, bus dari Bogor dibawa oleh sopir utamanya. Namun, di tengah jalan diganti oleh kernetnya. Padahal, kernet tersebut tidak mempunyai SIM khusus mengemudi bus atau angkutan umum, atau hanya memiliki SIM A.

Kernet tersebut, kata Irjen Pol. Refdi Andri, mengabaikan keselamatan penumpang karena kompetensi untuk mengendarai bus tersebut tidak ada. "Seharusnya siapa pun yang membawa kendaraan, khususnya angkutan umum, harus menjamin keselamatan penumpang, dirinya maupun orang lain," katanya.

Refdi menilai keahlian kernet tersebut dalam mengemudi bus masih rendah dan belum memiliki jam terbang yang mencukupi. Apalagi, harus mengemudikan bus di jalan alternatif Cikidang-Palabuhanratu yang rawan kecelakan dan membutuhkan keahlian khusus.

Jalan tersebut, katanya lagi, memiliki turunan yang curam, berliku, sempit, serta kiri dan kanannya terdapat jurang. Hingga kini, pihaknya masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan dari sejumlah saksi. Selanjutnya, dianalisis.

"Saya berharap 2 sampai 3 hari ke depan penyebabnya bisa diketahui," katanya.

Kernet minibus Jakarta Pariwisata ditemukan selamat sehari pascakecelakaan. "Korban ditemukan warga sekitar 2 kilometer dari lokasi kecelakaan di Desa/Kecamatan Cikidang atau sekitar Sungai Citarik dalam kondisi luka-luka, setelah ditanya korban mengaku sebagai kernet bus dengan nama Adam," kata warga sekitar Usman, Minggu (9/9/2018).

Saat ditemukan, kernet itu tergeletak di tepi sungai dengan kondisi tubuh penuh luka pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB. Dia ditemukan oleh seorang pemandu arung jeram yang tengah beraktivitas di aliran Sungai Citarik.

Sumber : Antara