Tanpa Rudal, Parade Militer Korut Dipenuhi Balon & Bunga

Pemimpin Korut Kim Jong-un (kanan) pada parade militer hari jadi ke-70 Korut di Alun-Alun Utama Kim Il-sung, Pyongyang, Korut, Minggu (9/9 - 2018). (Reuters/Danish Siddiqui)
09 September 2018 13:30 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, PYONGYANG — Ada yang berbeda pada parade militer dalam rangka hari jadi ke-70 Korea Utara (Korut) di Alun-Alun Utama Kim Il-sung, Pyongyang, Korut, Minggu (9/9/2018). Kali ini, tak ada rudal antar-benua yang dipamerkan seperti pada parade militer hari jadi Korut di tahun-tahun sebelumnya.

Dilaporkan Reuters, parade militer dalam rangka memperingati hari jadi ke-70 Korut itu justru melahirkan kisah unik. Meski nama acaranya adalah parade militer, namun lokasi acara justru dipenuhi balon dan bunga.

Lebih menariknya lagi, tema dalam parade militer hari jadi ke-70 Korut itu adalah Mempersatukan Semenanjung Korea. Seperti diketahui wilayah Semenanjuing Korea memang terbagi menjadi dua, yakni Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) sejak Perang Korea 1950 silam. Sejumlah orang yang menghadiri acara tersebut pun mengibarkan bendera Korea Bersatu.

Di akhir acara, Pemimpin Korut Jong-un tampak tersenyum lebar dan berpegangan tangan dengan perwakilan khusus dari Tiongkok sembari mengawasi semua orang yang hadir di bawah terik matahari Alun-Alun Utama Kim Il-sung. Kim lantas melambaikan tangan ke kerumunan sebelum pergi tanpa berpidato.

Sebelum menghadiri parade militer di hari jadi ke-70 Korut, Kim Jong-un sempat mengunjungi makam kakeknya yang merupakan pendiri Korut, Kim Il-sung, dan juga makam ayahnya, Kim Jong-il.

Konser musik yang dihadiri para pejabat negara dan pejabat militer Korut juga digelar semalam sebelum parade militer tersebut. Pada konser musik itu juga ditampilkan video sejarah Korut, termasuk Perang Korea yang meletus pada 1950 silam.

Reuters melaporkan parade militer hari jadi ke-70 Korut itu memang berlangsung sangat terbuka, tak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Di acara tersebut, pemerintah Korut bahkan juga mengundang wartawan asing dalam jumlah banyak.

Tokopedia