Demokrat Bolehkan Kadernya Menyeberang ke Jokowi, Ini Tujuannya

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
09 September 2018 22:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sejumlah gubernur yang merupakan politikus Partai Demokrat justru memilih mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 meskipun partai itu mengusung Prabowo-Sandiaga. Rupanya partai itu juga membiarkan kader-kadernya "membelot" ke kubu Jokowi.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengungkapkan partainya akan memberikan dispensasi pada sejumlah kader di daerah yang mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Mereka yang menyeberang ke Jokowi tidak akan diberi sanksi.

Ferdinand menjelaskan sikap itu diambil untuk menyelamatkan calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrat. Dia ingin caleg partainya agar tetap terpilih di daerah yang mayoritas penduduknya mendukung Jokowi.

Menurut dia, apabila Demokrat memiliki kebijakan garis lurus mendukung Prabowo, hal itu akan menyulitkan kader di bawah terutama di daerah yang memiliki banyak pemilih Jokowi. Selain itu, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Demokrat Jawa Barat yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding memuji dan bersyukur banyak gubernur dari Partai Demokrat yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Saya bersyukur dengan banyaknya gubernur asal Partai Demokrat yang bergabung dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Abdul Kadir Karding di Jakarta, Minggu.

Dukungan itu menurut dia membuktikan bahwa kinerja Jokowi selama empat tahun memimpin pemerintahan memunculkan dampak positif bagi pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Karding yang merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) itu menilai tidak mungkin para gubernur tersebut mendukung Jokowi-Ma'ruf tanpa ada keberhasilan yang telah dilakukan Jokowi selama empat tahun memimpin pemerintahan.

"Ini bukti bahwa apa yang telah dilakukan Jokowi selama ini bagus dan berhasil karena jika andai saja gagal atau tidak berhasil, sudah pasti para gubernur tersebut tidak akan mau mendukung Jokowi," ujarnya.

Dia mencontohkan di Provinsi Papua, ketika pemerintahan Jokowi memimpin mampu membangun infrastruktur di seluruh wilayah tersebut dengan geografis yang sangat sulit. Menurut dia, di era sebelum pemerintahan Jokowi, permasalahan infrastruktur di Papua belum bisa teratasi.

"Lalu terkait kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, sebelumnya satu liter bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp100.000 bamun saat ini harganya sama seperti di Pulau Jawa," katanya.

Dia mengatakan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan merangkul para gubernur asal Demokrat itu agar bisa bersinergi memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebelumnya Ketua DPD Demokrat Provinsi Papu yang juga Gubernur Papua, Lukas Enembe mendukung Jokowi.

Tokopedia

Sumber : Antara