Kecewa dengan Gerindra di Pilkada Jabar, Deddy Mizwar Emoh Dukung Prabowo

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar didampingi istri R Giselawati Wiranegara memperlihatkan surat suara di TPS 061 Perumahan Jatiwaringin Asri, Bekasi, Rabu (27/6 - 2018). (Antara / Risky Andrianto)
09 September 2018 17:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meski merapat ke tim pemenangan Jokowi – Ma'ruf Amin, Deddy Mizwar masih dianggap DPP Partai Demokrat sebagai kader sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Daerah DPD Jawa Barat. Demokrat memaklumi pilihan Deddy karena Gerindra tak mendukungnya di Pilkada Jabar.

Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan, Deddy Mizwar mengklaim belum menyatakan bersedia bergabung dalam tim sukses Jokowi–Maruf Amin saat dimintai klarifikasi oleh Ketua DPD Demokrat Jabar Irfan Suryanagara beberapa waktu lalu.

"Dia [Deddy] menyatakan ’saya masih Demokrat dan saya akan menangkan Demokrat di Jabar’ begitu," ujar Ferdinand di rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018), dilansir Suara.com.

Meski siap memenangkan Partai Demokrat di Jawa Barat pada Pemilu 2019, Ferdinand mahami perbedaan pilihan politik Deddy Mizwar dengan Demokrat soal Pilpres 2019. Partai Demokrat secara resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

"Tapi memang untuk pilpres dia berbeda, saya maklumi perasaan Pak Deddy Mizwar. Sebab, saat menjadi calon gubernur pada Pilkada 2018, dia gagal didukung Partai Gerindra dan PKS. Tentu, suasana kebatinan Deddy Mizwar masih bergejolak, dan agak enggan mendukung Prabowo serta Sandiaga Uno,” terangnya.

Ferdinand lagi-lagi menegaskan Deddy Mizwar hingga saat ini belum menerima tawaran masuk ke timses Jokowi – Maruf Amin. Sebelumnya, kabar merapatnya Deddy ke kubu Jokowi membuat kalangan petinggi Demokrat bereaksi keras. Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief geram dan menyebut sejumlah kader partai itu "dibajak" oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kekesalan tersebut diungkapkan Andi Arief melalui cuitannya di media sosial Twitter. Dalam cuitan di akun Twitternya, Andi Arief mengungkapkan kekesalannya kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Ia menyebut Hasto acap kali membajak kader-kader Partai Demokrat. Andi Arief mengungkapkan tindakan tersebut sebagai aksi balas dendam Hasto kepada Partai Demokrat.

“Pada tahun 2009 memang ada beberapa kader PDIP yang ditawarkan jabatan menteri KIB II, Nama Hasto memang tidak ada, apakah karena itu dendam kesumat Hasto terhadap Demokrat gak pernah padam?” tulis Andi Arief dalam Twitternya, Kamis (30/8/2018).

Sumber : Suara.com