Bawaslu Solo Selidiki Orasi Berbau Politis Saat Jalan Sehat Umat Islam

Peserta Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo memenuhi kawasan Bundaran Gladak Solo, Minggu (9/9 - 2018) pagi. (Solopos/Nicolous Irawan)
09 September 2018 15:15 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Orasi berbau politis mewarnai acara Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo di Bundaran Gladag, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (9/9/2018).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo yang menerjunkan tim ke acara tersebut sudah merekam orasi tersebut dan siap memeriksanya untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran.

Orasi berbau politis dan jelas-jelas mengarahkan peserta jalan sehat untuk mendukung salah satu calon presiden kontestan Pemilu 2019 disuarakan Moedrik M. Sangidoe. Moedrik menjadi satu dari delapan pembicara/pemberi tausiah di acara jalan sehat tersebut.

“Kita ini sekarang sedang terzalimi oleh rezim berkuasa. Rasa ketidak adilan sudah merambah kemana-mana. Mari kita semua dukung Prabowo menjadi presiden,” ujar Moedrik yang juga Ketua Yayasan Mega Bintang Solo itu dalam orasinya di hadapan ribuan peserta jalan sehat.

Anggota Divisi Sengketa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo Arif Nuryanto mengatakan Bawaslu ikut memantau acara jalan sehat di Gladak. Semua isi orasi sudah direkam untuk dipelajari apakah masuk unsur kampanye atau tidak.

“Kami akan menggelar rapat pleno untuk menyikapi isi orasi dari pembicara dalam giat jalan sehat ini,” kata Arif kepada Solopos.com, Minggu.

Pelaksana Humas Panitia Jalan Sehat Endro Sudarsono saat ditanya mengenai isi orasi berbau politis itu menegaskan panitia sudah membuat aturan tidak boleh membawa atribut bertuliskan #2019GantiPresiden atau #2019DuaPeriode dan melarang kampanye dengan menyebut salah satu capres dan cawapres.

Pantauan Solopos.com, yang juga dikonfirmasi pihak kepolisian, memang tidak tampak ada peserta yang membawa atribut berbagai politis termasuk yang bertuliskan #2019GantiPresiden, #2019DuaPeriode, atau atribut lain berbau politis. Hanya ada orasi itu yang menyebut-nyebut nama capres.

"Sampai sejauh ini pelaksanaan jalan sehat di Gladak berjalan lancar. Tidak ditemukan peserta yang membawa antribut berbau politis. Kami mengawal peserta jalan sehat dari awal sampai akhir," ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, Minggu.

Ribut mengungkapkan apa pun yang berbau politik tidak boleh karena itu sudah disepakati bersama dari panitia dan polisi sebelum acara digelar. Ia mengimbau peserta ikut menjaga kelancaran lalu lintas dan kembali ke rumah dengan selamat.