4.053 Desa di Tanah Air Terdampak Kekeringan

Ilustrasi sawah kering saat musim kemarau. (Bisnis/Rahmatullah)
07 September 2018 17:05 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kekeringan melanda 4.053 desa dari 888 kecamatan di 111 kabupaten/kota seluruh Indonesia  pada musim kemarau ini. Desa yang dilanda kekeringan tersebar di wilayah Tanah Air khususnya PulauJawa dan Nusa Tenggara.

"Meskipun musim kemarau 2018 berlangsung normal, bencana kekeringan terjadi di 11 provinsi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Sutopo menerangkan beberapa daerah mengalami kekeringan cukup luas yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung.

Pendataan kekeringan di wilayah Bali masih dilakukan, tetapi laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyatakan kekeringan tidak berdampak luas di provinsi tersebut.

"Kemarau menyebabkan pasokan air berkurang, debit sungai menurun, tinggi muka air di danau dan waduk menyusut dan sumur kering," jelas Sutopo Purwo Nugroho.

Di Jawa Barat, kekeringan terjadi di 22 kabupaten/kota yang meliputi 165 kecamatan dan 761 desa. Di Jawa Tengah, kekeringan terjadi di 28 kabupaten/kota meliputi 208 kecamatan dan 1.416 desa.

Sedangkan di Nusa Tenggara Barat, kekeringan terjadi di sembilan kabupaten/kota yang meliputi 74 kecamatan dan 346 desa.

"Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2018 dengan puncaknya selama Agustus-September. Yang mengalami kekeringan saat ini adalah daerah-daerah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan," kata Sutopo.

Tokopedia

Sumber : Antara