Jepang Konfirmasi 1 Pekerja Tewas Akibat Radiasi Nuklir

Bekas bangunan PLTN Fukushima, Jepang (Time.com)
06 September 2018 19:05 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, FUKUSHIMA – Pemerintah Jepang mengumumkan seorang pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima meninggal dunia. Kematian pekerja itu disebabkan terpapar radiasi nuklir.

Pengumuman ini merupakan kali pertama otoritas Jepang mengakui ada pekerja yang meninggal dunia karena terpapar radiasi nuklir.

Diwartakan Time, Kamis (6/9/2018), pekerja berusia 50 tahunan itu meninggal akibat kanker paru-paru yang terkena radiasi nuklir. Ini merupakan kasus kematian pasien kanker pertama yang terpapar nuklir.

Sejauh ini, ada empat orang pekerja PLTN Fukushima menderita kanker, termasuk leukemia dan tiroid. Keempat pekerja tersebut telah diberi biaya perawatan oleh pemerintah Jepang.

Pekerja yang meninggal tersebut dikabarkan terus bekerja di PLTN Fukushima pada 2015. Sementara penyakit yang dideritanya baru diketahui pada 2016 lalu. Penyakitnya bertambah parah akibat terpapar nuklir dari PLTN Fukushima yang sempat meledak pada 11 Maret 2011 lalu.

PLTN Fukushima hancur akibat gempa berkekuatan 9 SR yang disertai tsunami. Bencana alam tersebut merenggut 18.000 nyawa manusia. Bencana ini merupakan yang terparah di Jepang selama 25 tahun terakhir.

Kementerian Kesehatan Jepang menyebut kebocoran reaktor nuklir di Fukushima menyebabkan radiasi yang membahayakan kesehatan para pekerja.

Upaya perbaikan dan pembersihan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, selama bertahun-tahun belum membuahkan hasil maksimal. Sampai saat ini, pihak Tokyo Electric Power Company yang bertanggung jawab atas reaktor nuklir tersebut menghadapi berbagai tuntutan hukum.