Badai, Jemuran Baju Jemaah Haji di Mekkah Beterbangan

Jemaah haji kembali ke tenda setelah melaksanakan lontar jamrah, Rabu (22/8 - 2018) (Reuters/Zohra Bensemra)
06 September 2018 19:10 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, MEKKAH -- Hujan lebat disertai angin kencang menerjang Tanah Suci pada Rabu (5/9/2018) sekitar pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebelumnya badai juga sempat menerjang Mekkah pada Minggu (18/8/2018) menjelang Magrib.

“Kemarin [Rabu] malam setelah Salat Isa sempat terjadi badai angin yang disertai hujan deras dan petir di kompleks Masjidil Haramm Mekkah dan sekitarnya. Badai tersebut berlangsung kurang lebih sejam,” kata Abdul Basid, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kota Solo di Mekkah, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (6/9/2018).

Basid menyebut akibat badai tersebut, banyak jemaah haji yang kebasahan termasuk jemaah haji dari Indonesia. Beberapa jemaah haji bahkan sampai terlambat pulang ke hotel karena memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu.

Menurut dia, pada hari biasanya, jemaah haji yang melaksanakan Salat Isa di Masjidil Haram rata-rata bisa tiba di hotel pada pukul 21.30 WAS. Namun, pada Rabu malam, banyak jemaah haji yang pulang pada pukul 23.00 WAS.

Basid menyebut badai juga membuat banyak jemuran milik jemaah haji yang ditinggal di luar hotel beterbangan dan hilang. Namun, dia meyakini para jemaah haji tak menyesali itu.

Begitu juga para jemaah haji yang harus pulang dari Masjidil Haram dalam kondisi pakaian basah. Basid menyebut para jemaah haji bahkan mensyukuri kondisi itu karena bisa menjadi pengalaman tak terlupakan saat menjalankan rukum Islam ke lima di Tanah Suci.

“Banyak jemaah yang sampai hotel dengan pakaian basah tapi merasa senang karena pengalaman kehujanan di Masjidil Haram kata mereka adalah sebuah barokallah. Jemaah haji pada Rabu malam harus basah-basahan juga karena diminta Askar keamanan Masjidil Haram untuk pindah karena rawan menutup akses jemaah lain,” terang Basid.

Sementara itu, Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Afief Mundzir, mengatakan per Kamis (6/9/2018) pukul 06.00 WIB, sedikitnya ada 9.819 haji dan 221 petugas haji Debarkasi Solo yang sudah tiba di Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, dua anggota jemaah haji di antaranya masih harus dirawat ke RSUD dr. Moewardi karena mengalami pneumonia hinga jantung hipertensi. Kedua jemaah itu yakni Mursid Muhamad Mukhidin, 75, dari Kabupaten Brebes, dan Sunarya Trisna Sukarta, 54, dari Kabupaten Kebumen.

Tokopedia
Kolom 2 hours ago

Krisis Penalaran