Bank Indonesia Intervensi Rp11,9 triliun, Rupiah Ditutup Menguat

Ilustrasi uang (Antara/Sigid Kurniawan)
06 September 2018 18:00 WIB Hadijah Alaydrus Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Rupiah menguat ke level Rp14.893 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (6/9/2018). Bank Indonesia menegaskan akan terus memberikan upaya terbaik untuk menjaga pergerakan nilai tukar dalam perdagangan hariannya.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengakui penguatan rupiah merupakan hasil dari upaya bank sentral melakukan intervensi dalam beberapa waktu terakhir. Dia juga menegaskan BI tetap berkomitmen untuk selalu menjaga kebutuhan likuiditas dan efisiensi di pasar valas dan selalu siap untuk menyerap SBN di pasar sekunder.

"BI juga mendukung penuh upaya yang diambil pemerintah untuk mengontrol defisit transaksi berjalan," ungkap Nanang dalam pesan singkatnya, Kamis (6/9/2018).

Rupiah ditutup menguat 45 poin atau 0,30% menjadi Rp14.893 per dolar AS. Dalam dua hari sebelumnya, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.900-an. Intervensi ganda adalah komitmen utama bank sentral dalam menstabilkan nilai tukar. Intervensi ganda ini dilakukan di pasar SBN sekunder dan pasar valas.

Sebagai informasi, Bank Indonesia telah melakukan intervensi di pasar SBN hingga Rp11,9 triliun untuk mengatasi pelemahan rupiah. Dengan rincian, intervensi di pasar SBN sebesar Rp3 triliun pada Kamis (30/9/2018), Rp4,1 triliun pada Jumat (31/8/2018), Rp3 triliun pada Senin (3/9/2018), Rp1,8 triliun pada Rabu (4/9/2018).

Tokopedia
Kolom 2 hours ago

Krisis Penalaran