Donald Trump Sempat Berniat Bunuh Presiden Suriah

Donald Trump (Reuters)
05 September 2018 16:40 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikenal sebagai salah satu pemimpin yang kontroversial. Orang nomor satu di Amerika Serikat itu kerap mengeluarkan komentar hingga kebijakan yang memicu pro-kontra. Baru-baru ini, dia diklaim menginginkan Presiden Suriah, Bashar Al Assad dibunuh pada 2017 lalu.

Kala itu, permintaan Donald Trump untuk membunuh Bashar Al Assad diabaikan oleh Menteri Pertahanan, James Mattis. Kisah mengejutkan ini diungkapkan oleh jurnalis senior Amerika Serikat, Bob Woodward, dalam buku terbarunya, Fear: Trump in The White House. Dikutip dari Reuters, Rabu (5/9/2018), dalam buku tersebut, Donald Trump berkata kepada James Mattis jika dirinya ingin Bashar Al Assad dibunuh setelah melakukan serangan memakai senjata kimia kepada warga sipil pada April 2017 lalu.

Bob Woodward yang merupakan seorang jurnalis investigasi menjelaskan dengan detail ketegangan yang terjadi di Gedung Putih dalam pemerintahan Donald Trump selama 20 bulan. Jurnalis yang mengungkap fakta skandal Watergate itu menerangkan James Mattis malah membuat rencana lain yang tidak mencelakakan Bashar Al Assad secara pribadi.

"James Mattis mengatakan kepada Donald Trump segera melakukan perintahnya. Namun, dia malah membuat rencana serangan udara terbatas yang tidak mengancam Bashar Al Assad secara pribadi," demikian penggalan tulisan Bob Woodward dalam buku terbarunya.

Serangan pasukan militer Suriah yang diduga memakai senjata kimia itu terjadi di Kota Khan Sheikhoun pada 4 April 2017 dan merenggut nyawa sekitar 80 warga sipil. Pasca-serangan tersebut, militer Amerika Serikat menyerang pangkalan udara Suriah dengan rudal.

Pada bagian lainnya tertulis James Mattis menyebut Donald Trump berperilaku seperti anak kecil. Pernyataan itu dilontarkan saat Donald Trump mempertanyakan pengerahan 30.000 tentara Amerika Serikat di Korea Selatan untuk mencegah terjadinya Perang Dunia III dengan Korea Utara.

Namun, James Mattis membantah kisah yang diceritakan dalam buku terbaru karya Bob Woodward. Dia mengaku tidak pernah mengatakan hal-hal yang tertulis di buku tersebut. "Saya tidak pernah mengatakan hal itu kepada Donald Trump. Begitupun sebaliknya," kata James Mattis.

Senada dengan James Mattis, Donald Trump juga menyangkal isi buku tersebut. Dia menyebut buku karya Bob Woodward sebagai penipuan. "Itu hanyalah sebuah buku yang buruk. Tidak lebih dari sebuah cerita yang dikarang," kata Donald Trump seperti dilansir Daily Caller.

Bob Woodward dikenal sebagai jurnalis yang mengungkap skandal Watergate. Laporannya tentang kasus tersebut membuat Presiden Amerika Serikat era 1970-an, Richard Nixon, mundur. Selama ini, telah menulis 18 buku politik yang ke-12 mendapatkan penghargaan Pulitzer.

Tokopedia