Museum Berusia 200 Tahun Hangus Terbakar

Museum Nasional Brasil hangus terbakar (Bbc.co.uk)
05 September 2018 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, RIO DE JANEIRO – Museum berusia ratusan tahun di Rio de Janeiro, Brasil hangus terbakar, Minggu (2/9/2018). Sejumlah ahli menyebut kebakaran di Museum Nasional Brasil yang berusia sekitar 200 tahun itu melalap lebih dari 20 juta benda peninggalan sejarah yang dikoleksi.

Dikutip dari BBC, Selasa (4/9/2018), Presiden Brasil, Michel Temer, mengatakan, kebarakan di museum yang menyimpan berbagai temuan arkeologi hingga memorabilia sejarah itu merupakan bencana besar. "Hari ini sangat menyedihkan bagi Brasil. Hasil riset selama 200 tahun lenyap dimakan api," kata Michel Temer.

Kebakaran yang terjadi di Museum Nasional Brasil membuat warga sedih. Mereka mendesak pemerintah segera membangun kembali museum yang dilalap si jago merah itu. Sebab, selama ini pemerintah Brasil kabarnya sangat pelit memberikan dana untuk biaya perawatan museum tersebut.

"Kami membutuhkan dana sekitar Rp77,4 miliar untuk perawatan museum. Dana yang semestinya kami terima pada Juni 2018 lalu rencananya dipakai untuk membeli perlengkapan perlindungan api," kata Wakil Direktur Museum Nasional Brasil, Luiz Duarte.

Lebih lanjut, Luiz Duarte mengatakan, pihaknya tidak mendapat bantuan yang memadai dari pemerintah. Selama ini, pemerintah Brasil sangat irit memberikan bantuan biaya perawatan untuk museum yang didirikan pada 1818 tersebut.

Museum Nasional Brasil dibangun pada 1818 terkait dengan proyek penelitian Universitas Federal Rio de Janeiro dan Kementerian Pendidikan Brasil. Selain jutaan koleksi artefak, museum tersebut menyimpan fosil manusia tertua yang ditemukan di Brasil. Sayang, museum berusia 200 tahun itu telah hangus terbakar.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Namun, sejumlah pihak menilai kebakaran itu sebenarnya bisa dihindari. Sayang, minimnya biaya perawatan museum membuat pengelola tidak bisa berbuat banyak.

Tokopedia