Ini 3 Provinsi Indonesia dengan Buta Aksara Tertinggi

Ilustrasi membaca buku (Shutterstock)
05 September 2018 15:02 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah mencatat masih ada 11 provinsi yang memiliki buta aksara dengan usia 15-59 tahun. Tiga provinsi di antaranya menempati posisi tertinggi yaitu Papua (28,75%), NTB (7,91%), dan NTT (5,15%).

Menyusul provinsi lain yaitu Sulawesi Barat (4,58%), Kalimantan Barat (4,50%), Sulawesi Selatan (4,49%), Bali (3,57%), Jawa Timur (3,47%), Kalimantan Utara (2,90%), Sulawesi Tenggara (2,74%), dan Jawa Tengah (2,20%).

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, 23 provinsi lainnya berada di bawah angka nasional. Sementara itu, dilihat dari perbedaan gender, perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar dibandingkan dengan laki-laki dengan perincian 1.157.703 laki-laki dan 2.258.990 perempuan.

”Di sini perlu peran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menuntaskan buta aksara,” pesan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, dalam acara Taklimat Media di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018) seperti dilansir laman Kemendikbud.go.id, Rabu (5/9/2018).

”Kemendikbud telah merumuskan upaya penuntasan buta aksara dengan memprioritaskan daerah-daerah merah [kabupaten/kota yang persentase buta aksara di atas 4%], komunitas adat terpencil/khusus, dan daerah tertinggal, terdepan, terluar [daerah 3T]. [Ada pula] Peningkatan kapasitas dan kompetensi tutor pendidikan keaksaraan, mendiversifikasikan layanan program, dan memangkas birokrasi layanan program melalui aplikasi daring sibopaksara.kemdikbud.go.id,” jelas Harris.

Pada 8 September nanti pemerintah memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) yang secara nasional dipusatkan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Peringatan digelar pada 6-9 September 2018 dengan puncak acara pada 8 September 2018.

Penunjukan Kabupaten Deli Serdang berdasarkan Inpres No.5/2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA). Kabupaten Deli Serdang termasuk daerah yang sangat berkomitmen menuntaskan buta aksara sehingga pada 2015 lalu menerima Anugerah Aksara Tingkat Madya.

Berdasarkan data 2017, penduduk buta aksara kabupaten Deli Serdang tersisa 0,07% (PDSP, Kemendikbud, 2017). Keberpihakan kebijakan pemerintah daerah pada program PAUD dan Dikmas cukup tinggi serta adanya dukungan APBD dalam penyelenggaraan puncak HAI 2018.

Tokopedia