Pelemahan Rupiah Berimbas Parah ke Penerbangan

Pesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2 - 2018). (Bisnis / Felix Jody Kinarwan)
05 September 2018 08:42 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) Bidang Penerbangan Berjadwal Bayu Sutanto menyebut biaya penerbangan bertambah berat akibat pelemahan rupiah yang tersungkur ke angka US$14.930.

Bayu mengatakan karena komponen biaya yang dipengaruhi dolar AS baik secara langsung maupun tidak langsung mencapai 70 persen.

"Karena komponen biaya yang dipengaruhi langsung dan tidak langsung dengan kurs dolar itu 70 persen, tambah berat biayanya," katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Bayu mengatakan harga tersebut bisa berimbas ke harga tiket apabila tarif batas bawah tidak kunjung dinaikkan. Berdasarkan penelusuran ke salah satu maskapai, pajak yang dikenakan untuk penerbangan luar negeri Jakarta-Bangkok naik dari Rp2.215.100 menjadi Rp2.229.000 pada Selasa (4/9/2018) sore.

"Ya jelas harga tiket dinaikkan," kata Bayu.

Saat ini, Inaca tengah menunggu penerapan kenaikan tarif batas bawah yang telah dirumuskan oleh Kementerian Perhubungan naik lima persen dari 30 persen menjadi 35 persen dari tarif batas atas.

"Kapan kenaikan tarif batas bawah diberlakukan, tiket domestik dinaikkan, sementara kurs dolarnya naik terus," katanya.

Sumber : Antara

Kolom 1 hour ago

Jelalatan