Video Perjuangan Erix Soekamti Latihan Terbang, Dorong Pesawat Sendiri

Erix Soekamti dan pesawat Sky Ranger miliknya dalam sebuah video yang diunggah pada 31 Agustus 2018. (Instagram - @erixsoekamti)
04 September 2018 23:00 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Tak ada yang menyangka vokalis Endank Soekamti, Erix Soekamti, mengalami insiden saat mengemudikan pesawat kecilnya, Selasa (4/9/2018). Tiga hari sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (1/9/2018), Erix mengunggah videonya terbang bersama seorang pilot dan dirinya sebagai co-pilot dengan mulus.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @erixsoekamti itu, Erix sendiri yang mempersiapkan pesawat itu. Bahkan dia yang mendorong sendiri pesawat Sky Ranger bernomor seri PK S160 itu dari hangar menuju ke landasan pacu Bandara Adisoetjipto, Sleman, DIY.

"'Lebih baik tidak berangkat terbang dari pada tidak pernah tiba' ~Najwa Sihab~. #RixFly," tulisnya menyertai video itu dengan mengutip kalimat Najwa Shihab.

Video itu juga menunjukkan Erix melakukan pengecekan kondisi bagian per pesawat. "Walaupun sudah hapal, setiap kali mau kita starting harus pakai cek list. On master, on. Ji, ro, lu, on. Oke, klir prop," katanya saat hendak terbang.

Sebelumnya, tepatnya pada 22 Agustus 2018, Erix juga telah mengunggah video vlog di channel Youtube-nya tentang aktivitas latihannya bersama pesawat Sky Ranger itu. Dia mempraktikkan prosedur mengecek kondisi pesawat. Mulai dari pengecekan luar seperti kondisi sayap, tali, dan baut-baut, hingga mengecek kondisi oli.

"Pertama, apa tadi? Pastikan ada yang sobek ga? Enggak ada, lampunya aman, muter lagi. Turun harus naik yang sebelah sana. Kekuatan talinya masih oke, bautnya oke ga boleh gerak, aman," katanya.

"Tibalah saat kita di titik pertama kali kita mulai, 360 derajat, ada yang kurang Pak?" tanyanya kepada instruktur.

Erix Soekamti juga belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan petugas di menara bandara. Pada bagian inilah Erix mengaku paling grogi karena dia harus berbicara layaknya para pilot dengan petugas menara.

"Kebayang ga kalau aku salah salah terus, itu radio didengerin pilot-pilot di Adisoetjipto, semua orang dengerin ya to, kan jadi beban kalau salah atau bokin lama, bikin orang antre. itu yang jadi bebanku. Ya untungnya pas grogi, baru tahu teranyata di balik radio itu adalah pendengar setia DOES , jadi lumayan lah grogiku tertolong. Terima kasih mas mas. Pokoknya aku janji kalau aku sudah lulus, aku samperin kalian di tower. Matur nuwun."

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.compesawat itu jatuh di Final Run Away One Sero Gading, Selasa (4/9/2018). Pesawat itu mengalami fire engine yang memaksa dilakukan pendaratan darurat.

Ketua Jogja Flying Club Tjandra Agus Budiman mengatakan pesawat yang ditumpangi oleh anggotanya, Faslan Havisha selaku pilot dan Erik Soekamti sebagai co-pilot, mengalami fire engine di ketinggian 500 kaki yang membuat pesawat harus mendarat darurat. Namun saat akan mendarat darurat, pesawat dinyatakan emergency lalu terjatuh dan tersangkut pohon.

Pesawat pun jatuh di Final Run Away One Sero Gading. “Begitu berusaha masuk di Landasan Gading, pukul 16.00 WIB pilot mendeklarasikan emergency," kata Tjandra pada Selasa.