Tabrak Pohon, Kronologi Pesawat Erix Soekamti Jatuh di Gunungkidul

Erix Soekamti dan pesawat Sky Ranger miliknya dalam sebuah video yang diunggah pada 31 Agustus 2018. (Instagram - @erixsoekamti)
04 September 2018 22:00 WIB Fahmi Ahmad Burhan Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Pesawat yang jatuh di Final Run Away One Sero Gading milik Erix Soekamti (vokalis band Endank Soekamti) sudah selesai dievakuasi, Selasa (4/9/2018) malam. Sebelumnya, pesawat itu mengalami fire engine yang membuat pesawat harus mendarat darurat.

Ketua Jogja Flying Club Tjandra Agus Budiman mengatakan pesawat yang ditumpangi oleh anggotanya, Faslan Havisha selaku pilot dan Erik Soekamti sebagai co-pilot, mengalami fire engine di ketinggian 500 kaki yang membuat pesawat harus mendarat darurat. Namun saat akan mendarat darurat, pesawat dinyatakan emergency lalu terjatuh dan tersangkut pohon.

Pesawat pun jatuh di Final Run Away One Sero Gading. “Begitu berusaha masuk di Landasan Gading, pukul 16.00 WIB pilot mendeklarasikan emergency," kata Tjandra pada Selasa.

Menurutnya, saat pesawat tidak bisa sampai landasan, pilot harus mencari tempat aman, maka pilot memutuskan lokasi yang paling aman, yaitu di kebun dan pesawat tersangkut di pohon. Menurut Tjandra, saat ini pesawat sudah dievakuasi. "Ada kerusakan, tapi belum bisa diketahui seperti apa kerusakannya," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam jatuhnya pesawat tersebut. "Puji Tuhan aman semua, pilot dan co-pilot pilot dalam keadaan baik," ungkap Tjandra.

Tjandra mengatakan kerugian dalam jatuhnya pesawat tersebut belum bisa dihitung. Menurutnya, kerugian baru bisa dihitung setelah pesawat dibongkar.

Jenis pesawat tersebut adalah Sky Ranger buatan 2006 yang tergolong pesawat microlight. Menurutnya pesawat tersebut selalu mengalami pengecekan secara periodik.

Tjandra mengatakan pesawat tersebut milik Erix Soekamti, sedangkan Faslan Havisha hanya sebagai instruktur. Pesawat itu sudah tergabung dalam Jogja flying Club.

"Alan dan Erik melakukan breefing sebelum latihan rutin dan cek kesehatan, tensi selaku kita cek, setalah normal semua, dan dinyatakan bagus, pesawat layak terbang," jelasnya.

Tabrak Pohon

Warga yang menjadi saksi mata Banu Martani, 31, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu dia melihat pesawat tengah terbang dalam kondisi oleng dari arah barat.

Tak berselang lama, pesawat menukik dan kemudian menabrak pohon mahoni yang berada di lokasi kejadian. "Pesawat itu jatuh dan nyangkut di pepohonan sekitar lokasi," ucapnya kepada wartawan, Selasa.

Saksi mata lain, Toto Rusmindarto, mengaku mendengar suara benturan dari kecelakaan tersebut. Kemudian dia melihat dua orang menggunakan pakaian biasa bercelana jeans keluar dari pesawat yang telah ringsek itu. "Saya berusaha menolong [korban] tapi mereka sudah turun sendiri," ucapnya

Akibat dari kecelakaan tersebut pesawat mengalami kerusakan di bagian depan dan sayap akibat benturan dengan pohon.

Tokopedia