Kemenkeu: Negara Berutang Tidak Bahaya, Asal Bisa Bayar

Ilustrasi uang (Antara/Sigid Kurniawan)
04 September 2018 06:30 WIB Puput Ady Sukarno Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rahmatarwata menegaskan bahwa negara berutang bukanlah sesuatu yang salah dan berbahaya. Asalkan, lanjut dia, utang tersebut terukur dengan kemampuan negara untuk membayarnya kembali dan dana utang dipergunakan untuk kebutuhan positif.

"Kita Kemenkeu secara umum akan semakin menggencarkan kampanye pada masyarakat bahwa negara berutang itu bukan sesuatu yang salah dan berbahaya, sepanjang utangnya itu kita tahu seberapa banyak yang bisa kita bayar kembali dan juga digunakan untuk hal positif," ujarnya dalam Kegiatan Sosialisasi EBA SP Ritel di kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Senin (3/9/2018).

Menurutnya, utang negara tersebut juga akan semakin baik jika pemilik surat utangnya adalah masyarakat suatu negara itu sendiri. Karena hal itu secara tidak langsung dapat berkontribusi dalam mendukung stabilitas keuangan negaranya.

"Kalau rakyat sendiri yang ngasih utang dengan membeli obligasi atau sukuk yang diterbitkan pemerintah, pada dasarnya negara berutang pada rakyatnya sendiri. Dan kalau negara harus membayar kupon atau bunga yang tinggi, itu juga penerima manfaatnya adalah rakyat sendiri," terangnya.

Menurutnya, justru yang dikhawatirkan adalah kalau pemegang surat berharga negara itu adalah pihak asing. Karena dengan kondisi itu, stabilitas keuangan negara bisa bergejolak apabila pihak asing itu lebih memilih tawaran suku bunga dari negara lain yang lebih besar.

Pihaknya pun lantas terus berupaya turut mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan setiap surat utang negara maupun sukuk yang diterbitkan pemerintah.

Tokopedia